Pengadilan sudah Jadwalkan Sidang Najib Razak

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 08:10 WIB Internasional
Pengadilan sudah Jadwalkan Sidang Najib Razak

DUA jam setelah memberikan keterangan di Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC), mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak resmi ditahan kemarin. Ia ditahan terkait dengan dugaan aliran dana 2,6 miliar ringgit pada 2013. Hari ini Najib dibawa ke Pengadilan Sesi Kuala Lumpur.

Pengadilan Tinggi Malaysia pun telah menetapkan jadwal persidangan Najib pada 12-28 Februari dan 4-29 Maret mendatang. Menurut juru bicara MACC, mantan pemimpim Malaysia itu akan dibawa ke kantor pusat kepolisian di Bukit Aman. Najib akan diinterogasi pihak kepolisian dan badan antikorupsi.

Pascalengser dari kursi petinggi pemerintahan Malaysia, Najib tersandung kasus dugaan korupsi pengelolaan dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sebelumnya, ia sempat ditahan di Kantor MACC di Putrajaya.

Pada Juli 2018, Najib dikenai empat dakwaan. Tiga di antaranya terkait dengan dakwaan pelanggaran kriminal dan sisanya mengenai penyalahgunaan kekuasaan, terutama tentang aliran dana 42 juta ringgit ke rekening pribadinya.

Sementara itu, dalam persidangan bulan lalu, Najib dijerat tiga dakwaan tambahan terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), pembiayaan terorisme, dan kegiatan melanggar hukum.

Belum lama ini Najib juga mengungkapkan bukti mengenai aliran dana 2,6 miliar ringgit yang masuk ke rekening pribadinya. Aliran dana tersebut, jelas Najib, berasal dari sumbangan Raja Arab Saudi Abdullah Abdul Aziz.

Sumbangan itu, tambah Najib, bentuk apresiasi terhadap kinerjanya dalam menjalankan pemerintahan Malaysia yang islami. Namun, Raja Abdullah memintanya untuk merahasiakan sumbangan tersebut.

Besaran 2,6 miliar ringgit merupakan konversi dari US$681 juta yang tercatat masuk ke rekening pribadi Najib pada akhir Maret 2013.

"Seperti sudah saya jelaskan dalam berbagai kesempatan, saya dipercaya partai untuk mencari dan mengelola dana partai. Sama dengan kebanyakan orang pada umumnya, saya memiliki beberapa rekening pribadi yang tersebar di sejumlah bank. Rekening yang menerima dana tersebut bukan bersifat pribadi, melainkan untuk kepentingan politik," jelas Najib. (Tes/Free Malaysia Today/X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More