Irwan Klaim Turunkan Kemiskinan di Sumbar

Penulis: (YH/N-3) Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 08:00 WIB Nusantara
Irwan Klaim Turunkan Kemiskinan di Sumbar

KORESPONDEN/YOSE HENDRA

GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengklaim berhasil mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di daerahnya hingga mencapai 6,8% dan terus turun tiap tahunnya. Menurutnya, Sumbar bukanlah daerah industri padat karya. Tidak ada industri yang berkembang baik di daerah itu kecuali Semen Padang yang merupakan peninggalan Belanda karena potensi alamnya.

"Masyarakat Sumbar lebih menyukai pada usaha kecil dan menengah (UKM) terutama perdagangan dan pertanian yang watak dan karakter budaya masyarakat lebih cendrung pada usaha yang dikelola secara sendiri," ungkap Irwan Prayitno kepada Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Ruang Rapat Gubernur Sumbar, kemarin.

Untuk menurunkan angka kemiskinan, dia mengaku punya strategi jitu. Disebutkannya, dengan kondisi Sumbar, pihak utama yang perlu disejahterakan di Sumbar ialah petani. Sumbar ialah provinsi dengan penerimaan daerah terbesar berasal dari sektor pertanian. "Sebesar 23,8% penerimaan daerah adalah dari pertanian. Perputaran ekonomi terbesar ada di pertanian dan tidak ada industri besar di Sumbar kecuali Semen Padang sehingga bicara kesejahteraan rakyat harus bicara kesejahteraan petani," ujarnya.

Oleh karena itu, dia pun mengarahkan semua kepala dinasnya untuk fokus menyejahterakan petani, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

"Jangan sampai program untuk rakyat seperti gerimis, ada terasa tapi tidak mengena, tapi harus seperti hujan deras yang dirasakan manfaatnya sehingga apa yang kita sebut Gerakan Penyejahteraan Petani diurus semua dinas, tidak hanya dinas pertanian," jelas guru besar psikologi itu.

Menurut Irwan, Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) dilakukan dengan cara membuat petani mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka terlebih dahulu dengan memberikan bibit sayur hingga hewan ternak. Kemudian untuk nelayan, Irwan menjelaskan program penyejahteraan masyarakat pesisir dengan memberikan bantuan jala, lemari pendingin, dan kapal mesin tempel sehingga nelayan bisa memperbanyak hasil tangkapan. Di sektor peternakan, Irwan menggagas aplikasi I-Ternak yang menghubungkan peternak dengan investor sehingga membantu peternak mendapatkan akses modal

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More