KPU Coret 25 Ribu Data Pemilih Ganda

Penulis: (YK/RF/X-11) Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 07:55 WIB Nusantara
KPU Coret 25 Ribu Data Pemilih Ganda

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Tuban, Jawa Timur, telah mencoret 25.588 pemilih dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 setelah mereka memperbaiki DPT dan menemukan adanya daftar pemilih ganda.

Menurut komisioner KPU Tuban Divisi Teknis, Sulamon, awalnya jumlah DPT pilgub di Tuban sebanyak 959.859 pemilih.

Namun, tambahnya, setelah dilakukan perbaikan, jumlah DPT untuk pileg dan pilpres menjadi 934.271 pemilih. Perinciannya pemilih laki-laki 461.065 orang dan pemilih perempuan 473.206.

"Ada DPT ganda dan pemilih yang tidak memenuhi syarat, jumlahnya 25.588 orang," tandasnya.

KPU Tuban juga terus melakukan pemutakhiran data pemilih dengan melakukan pencocokan data pemilih (coklit).

Upaya itu dilakukan KPU dengan melakukan pengolahan data penduduk potensial pemilih pemilih (DP4).

Sementara itu, KPU Provinsi Bangka Belitung memastikan berkurangnya jumlah daftar calon tetap (DCT) pemilihan legislatif (pileg) tingkat provinsi 2019.

Ketua KPU Provinsi Babel Davitri mengatakan 562 bakal calon legislatif (bacaleg) telah diumumkan dalam daftar calon sementara (DCS).

Namun, lanjutnya, dari 562 nama di DCS tersebut, ada tiga bacaleg yang dicoret karena tidak memenuhi syarat (TMS). Mereka ialah seorang dari Partai Bulan Bintang dan dua lagi dari Partai Amanat Nasional.

"Khusus untuk bacaleg PAN itu, mereka mengundurkan diri," kata Davitri.

Berdasarkan peraturan KPU, menurut Davitri, bacaleg laki-laki yang mundur tidak bisa diganti dengan bacaleg baru, sedangkan bacaleg perempuan bisa.

"Sesuai PKPU, untuk bacaleg perempuan bisa diganti karena jika tidak diganti, akan memengaruhi suara keterwakilan perempuan," ujarnya.

Bacaleg dari PBB, ungkapnya, masuk kategori TMS karena merupakan mantan napi korupsi, tetapi bacaleg tersebut lalu mengajukan gugatan ke Bawaslu.

"Sekarang sidang adjudikasinya masih berlangsung, belum ada putusan. Kendati demikian, tetap kita coret," ungkap dia.

Dari 562 nama di DCS tersebut, bacaleg yang memenuhi syarat dan akan diumumkan dalam DCT hanya 560 orang, "Berkurang dua bacaleg berarti DCT hanya 560 orang, kan perempuan diganti bacaleg baru," ungkapnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More