20 Tahun SUV Mercedes-Benz

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 07:10 WIB Otomotif
20 Tahun SUV Mercedes-Benz

DOK. MERCEDES-BENZ

MERCEDES Benz memperingati 20 tahun keberadaan mobil tipe sport utility vehicle (SUV) di Indonesia dengan menggelar acara GLA Driving Experience di Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin.

"Setelah 20 tahun hadir di Indonesia, tepatnya sejak 1998, varian SUV Mercedes Benz terus mengalami peningkatan volume penjualan. Dari awalnya hanya terjual 8% dari total penjualan mobil Mercedes, tahun lalu, SUV sukses meraih volume sebesar 30%," ungkap Deputy Director Marketing Communication Mercedes Benz Indonesia Hari Arifianto.

Hari memperkirakan penjualan SUV akan terus meningkat. Begitu juga dengan di Indonesia. Hal itu, imbuhnya, disebabkan Indonesia memiliki infrastruktur jalan yang berbeda-beda. Karena itu, SUV sangat cocok.

Selain itu, dengan adanya varian SUV, Mercedes Benz--yang juga dikenal dengan sebutan Mercy--bisa mengembangkan jaringan ke luar Jakarta dan Pulau Jawa. "Kami baru saja melakukan ekspansi ke Palembang," kata Hari.

Keberadaan SUV Mercedes Benz juga diharapkan akan mengurangi ketergantungan terhadap mobil jenis sedan. Selain itu, SUV menghadirkan pasar baru. "Mereka ialah orang yang khawatir dengan kontur jalan di Indonesia. Dengan SUV Mercedes Benz, mereka mendapatkan ground clearance yang tinggi, tetapi safety-nya seperti sedan Mercedes," klaim Hari.

Hal itu juga menjadi penyebab Mercedes Benz memilih DI Yogyakarta sebagai tempat untuk merayakan 20 tahun keberadaan mobil SUV mereka di Indonesia. "Ini merupakan upaya kita untuk penetrasi pasar di luar Jakarta. Anda bisa melihat karakter jalan yang berbeda, begitu juga dengan karakter orang yang berbeda," jelas Hari.

SUV, menurut Hari, juga bisa menjadi entry bagi mereka yang ingin memiliki mobil Mercedes Benz. Harganya lebih murah jika dibandingkan dengan harga Mercedes Benz jenis sedan. "Saat ini, banyak kaum muda yang telah ready menerima Mercedes. Banyak pemilik perusahaan atau pelaku industri kreatif ialah anak-anak muda. Mereka telah memiliki uang untuk membeli Mercedes. Mereka target market untuk produk SUV kami," jelas Harry.

GLA Driving Experince kali ini menempuh rute dari Museum Dirgantara DI Yogyakarta hingga ke Pantai Ngrenehan.

 

Mobil listrik

Hari kemudian mengungkapkan rencana memperkenalkan charging station untuk mobil listrik di Indonesia. "Pastinya beberapa hari lagi. Anda tunggu saja undangan dari saya," ujar Hari sembari tertawa.

Ketika ditanya mengapa membuat charging station sementara mobil listrik belum populer atau bahkan nyaris tidak ada di Jakarta, Hari menjawab hal itu disebabkan tren dunia saat ini ialah otomotif elektrifikasi. "Jadi, tinggal masalah waktu saja. Kemajuan teknologi tidak bisa dibendung. Apalagi, negara-negara di sekitar Indonesia telah menerapkan teknologi yang sangat welcome dengan mobil elektrik. Misalnya Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura," jelasnya.

"Itu menjadi alasan Mercedes Benz membuat charging station untuk mobil listrik itu. Jadi, saat momen itu datang, kita sudah siap. Jangan mobil listrik sudah ada, charging station-nya tidak ada," tambah dia.

Mercedes Benz telah mengomunikasikan mobil listrik kepada publik melalui berbagai kegiatan pameran sejak 2017. "Bahkan, kami sempat mengadakan test drive plug in hybrid," kata Hari.

"Kami juga telah melobi pemerintah agar segera mengeluarkan aturan mengenai mobil listrik ini." (S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More