Penerapan E-TLE Perlu Nomor Ponsel dan Surel

Penulis: FD/Ant/X-6 Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 06:10 WIB Megapolitan
Penerapan E-TLE Perlu Nomor Ponsel dan Surel

MI/Ramdani

GUNA mendukung efektivitas penerapan electronic traffic law enforcement (e-TLE) alias tilang elektronik di wilayah DKI Jakarta, masyarakat diminta segera melaporkan kepemilikan kendaraan pelat B dengan mencantumkan nomor telepon dan alamat surat elektronik (surel).

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, mengatakan ke depannya masyarakat yang membeli kendaraan baru wajib melengkapi nomor telepon dan e-mail dalam pengurusan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB).

“Baik kendaraan baru atau kendaraan lama. Jadi bukan BPKB yang diperbarui, tetapi bagi kendaraan lama melakukan pembayaran pajak atau balik nama wajib menyertakan­ nomor telepon dan e-mail,” kata Yusuf kepada Media Indonesia, Rabu (19/9).

Ia menambahkan, data itu diperlukan untuk kepentingan kerja kepolisian dalam melakukan konfirmasi penilangan sistem e-TLE, dan ketika ada kasus curanmor atau kasus tindak pidana.

“Yang belum melakukannya segera melaporkan nomor telepon dan alamat e-mail ke Samsat masing-masing. Tentunya, untuk pengiriman konfirmasi dan surat tilang nantinya,” sebutnya.

Selanjutnya, e-TLE akan memproses seluruh pelanggaran­ lalu lintas secara daring. Pasalnya, server e-TLE akan terhubung dengan server e-Samsat dan SIM online.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Polri untuk melakukan sosialisasi penerapan uji coba tilang elektronik secara maksimal agar masyarakat mengetahui dan mengerti mengenai tilang elektronik.

Menurut Bambang, Polri akan melakukan uji coba tilang­ elektronik mulai Oktober 2018 di sejumlah ruas tol.

“Sosialisasi tilang elektronik­ ini agar berjalan sukses, Polri harus melakukan sosialisasi maksimal,” katanya. Sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta disebut akan menjadi uji coba tilang elektronik, termasuk Jalan Sudirman, dan Jalan MH Thamrin.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More