APG Wujud Kesetaraan Difabel

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Kamis, 20 Sep 2018, 04:30 WIB Olahraga
APG Wujud Kesetaraan Difabel

ANTARA

DUA pekan lagi Indonesia akan menggelar perhelatan olahraga terbesar Asia ketiga bagi para penyandang disabilitas atau Asian Para Games (APG) 2018. Bersamaan dengan momen penyelenggaraan tersebut, APG 2018 diharapkan menjadi wujud penyetaraan hak-hak bagi para kaum difabel.

Sebagai tuan rumah APG 2018, Indonesia memiliki misi khusus, selain kesuksesan dalam penyelenggaraan, prestasi, juga sukses secara ekonomi dan administrasi.

Dengan APG 2018, Indonesia ingin menunjukkan eksistensi di kawasan Asia sebagai negara yang ramah terhadap para penyandang disabilitas.

Hal itu akan diwujudkan bersamaan dengan penyelenggaraan APG 2018 yang berlangsung di Jakarta pada 6-13 Oktober mendatang. Dalam APG 2018, sebanyak 5.000 atlet dan ofisial dari 41 negara akan bertanding di 556 nomor dari total 18 cabang olahraga.

Terkait dengan APG 2018, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan para penyandang disabilitas dalam ajang olahraga APG 2018 merupakan bagian dari pemenuhan hak-hak mereka sesuai peraturan perundang-undangan.

APG 2018 akan menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan sama di segala bidang kehidupan, termasuk bidang olahraga.

"Penyandang disabilitas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari anggota masyarakat lainnya. Mereka hidup tumbuh dan berkembang, mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara Indonesia," ujar Agus dalam sambutannya di acara Sosialisasi Indonesian Asian Para Games 2018 (In-APG 2018) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, kemarin.

Agus juga menekankan bahwa telah terjadi perubahan paradigma dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dari amal menjadi pemenuhan hak.

Mensos menjelaskan, melalui penyelenggaraan kese-jahteraan sosial, setiap penyandang disabilitas diharapkan dapat berperan aktif sesuai kemampuan yang mereka miliki.

Menurut Agus, untuk meningkatkan kesejahteraan para kaum difabel, diperlukan adanya berbagai upaya nyata.

"Seperti dengan pemenuh-an hak aksesibilitas dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesejahteraan sosial di dalam lembaga, baik lembaga pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," jelasnya.

 

Masuk tujuh besar

Sebelumnya, Indonesia telah menorehkan prestasi di Asian Games 2018 dengan mencatat sejarah masuk empat besar dengan perolehan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Pada APG 2018, para atlet difabel Indonesia juga diharapkan mencapai kesuksesan prestasi serupa.

Menurut Agus, di APG 2018, kontingen Indonesia ditargetkan finis di peringkat tujuh besar dan diharapkan lebih baik jika dibandingkan dengan saat mengikuti APG 2014 di Incheon, Korea Selatan. Kala itu, para pahlawan olahraga difabel Indonesia menempati peringkat sembilan dalam klasemen perolehan medali.dari 41 negara. (R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More