KPPPA Buka Dua Formasi CPNS untuk Disabilitas

Penulis: Antara Pada: Rabu, 19 Sep 2018, 14:30 WIB Humaniora
KPPPA Buka Dua Formasi CPNS untuk Disabilitas

ANTARA FOTO/Umarul Faruq

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) membuka dua formasi bagi penyandang disabilitas pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

"Ada dua formasi bagi penyandang disabilitas untuk analis pemberdayaan perempuan dan anak," kata Kepala Biro Umum dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rini Handayani yang dihubungi di Jakarta, Rabu (19/9).

Rini mengatakan formasi yang dibuka adalah bagi penyandang disabilitas lulusan sarjana psikologi, sarjana sosiologi, sarjana antropologi, sarjana kesejahteraan sosial, dan sarjana kesehatan masyarakat.
  
Formasi tersebut dibuka bagi penyandang disabilitas dengan kriteria disabilitas fisik amputasi kaki, lumpuh layu atau kaku di bagian kaki dan paraplegi atau anggota tubuh bagian bawah yang meliputi kedua tungkai dan organ panggul.
  
"Pelamar disabilitas harus tetap mampu melakukan tugas seperti menganalisis, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi," jelasnya.

Selain itu, pelamar penyandang disabilitas juga harus memenuhi beberapa persyaratan umum seperti warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta persyaratan lainnya.

"Usia pelamar paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 35 tahun dengan indeks prestasi kumulatif paling rendah 2,75 baik untuk lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta," katanya.
  
Pelamar disabilitas juga harus melampirkan surat keterangan dokter yang menerangkan jenis atau tingkat disabilitasnya dan wajib hadir pada saat verifikasi untuk memastikan kesesuaian formasi dengan tingkat atau jenis disabilitas. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More