Ferrari Ubah Mesin Balap Jadi Kendaraan Hibrida

Penulis: Antara Pada: Rabu, 19 Sep 2018, 08:42 WIB Otomotif
Ferrari Ubah Mesin Balap Jadi Kendaraan Hibrida

AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS

LIMA belas mobil baru disiapkan Ferrari, termasuk jenis kendaraan hibrida, sport utility vehicle (SUV), dan model edisi khusus guna meningkatkan keuntungan jangka menengah.

Kepala Eksekutif Ferrari Louis Camilleri mengatakan rencananya memang ambisius tetapi bisa dilakukan berdasarkan kerangka yang konkret dan rinci. Dilansir Reuters pada Selasa (18/9) waktu setempat, Ferrari mengincar laba sebesar 1,8 sampai 2 miliar euro pada 2022.

Camilleri dan timnya membeberkan rencana besar itu dijalankan dengan cara mengubah mesin balap dengan pembakaran konvensional menjadi kendaraan hibrida.

"Penggunaan mesin hibdrida akan meningkatkan margin keuntungan perusahaan hingga lebih dari 38% tanpa mengorbankan sisi eksklusif dari merek Ferrari," kata Camilleri di Maranello.

Camilleri memastikan sebagian besar mobil yang dibuat Ferrari akan menggunakan mesin hibrida-listrik pada 2022. Perusahaan mobil sport aerodinamis itu juga akan meluncurkan SUV pertama bernama Purosangue.

"Pada 2022, hampir 60% dari model yang kami hasilkan akan dibangun menggunakan penggerak hibrida," kata Louis Camilleri kepada AFP.

Ferrari harus bertransisi ke kendaraan hibrida menyusul regulasi ramah emisi yang mulai diberlakukan di sejumlah negara di dunia. Camilleri mengakui, pada awalnya tidak menyukai ide merilis sebuah model SUV.

"Itu tidak cocok dengan merek kami dan semua yang diwakilinya. Namun desain terbaru ini akan mendefinisikan kembali harapn tersebut," imbuhnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More