Moon-Kim Bahas kembali Denuklirisasi

Penulis: Yan/AFP/X-7 Pada: Rabu, 19 Sep 2018, 08:20 WIB Internasional
Moon-Kim Bahas kembali Denuklirisasi

AFP/PYEONGYANG PRESS CORPS
ERA BARU KOREA: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melambaikan tangan kepada warga yang menyambut mereka saat bersama dalam mobil melalui jalan-jalan di Pyongyang, Korea Utara, kemarin. Kedatangan Moon Jaein ke

PRESIDEN Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un tampak bersama di dalam mobil saat melewati jalan-jalan di Pyongyang, kemarin.

Saat Kim dan Moon melewati Kumsusan Palace, tempat ayah dan kakek Kim disemayamkan, ribuan warga tampak membawa karangan bunga dan serempak menyanyikan lagu tentang reunifikasi negara.

Ribuan warga bersorak-sorai saat keduanya memulai pertemuan puncak. Pada pertemuan itu, Moon berusaha memulai kembali pembicara-an denuklirisasi yang macet antara Korut dan AS.

"Saya sangat sadar, berat yang kita tanggung. Seluruh dunia sedang menyaksikan dan saya ingin menunjukkan hasil perdamaian dan kemakmuran kepada orang-orang di seluruh dunia," kata Moon kepada Kim ketika mereka membuka 2 jam pembicaraan resmi di markas Partai Buruh yang berkuasa.

Saat berpidato menyambut tamunya, Kim memuji Moon karena memperantarai pertemuan bersejarah di Singapura dengan Presiden AS Do-nald Trump pada Juni 2018.

"Ini telah menyebabkan stabilitas di kawasan dan saya mengharapkan lebih banyak kemajuan," ujar Kim.

Saat di Singapura, pemimpin Korut itu menyatakan dukungan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea. Namun, tidak ada perincian yang disepakati antara Washington dan Pyongyang.

Moon akan mengadakan pembicaraan formal dengan Kim, hari ini. Ia mencoba meyakinkan Kim untuk membuat langkah-langkah substansial soal perlucutan senjata.

Lalu Moon akan melaporkan hasil pembicaraan itu kepada Trump, akhir September ini, di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia ingin mengikat proses antar-Korea dan pembicaraan AS-Korut lebih erat untuk mengurangi ancaman konflik di semenanjung itu.

Di saat yang sama, Kim akan mencari cara untuk mengamankan kerja sama antar-Korea yang lebih dekat karena Seoul dan Washington bergerak dengan kecepatan yang semakin berbeda dalam pendekatan mereka kepada Pyongyang. (Yan/AFP/X-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More