Imunisasi MR di Sangihe Capai 77,13 Persen

Penulis: Antara Pada: Rabu, 19 Sep 2018, 07:40 WIB Nusantara
Imunisasi MR di Sangihe Capai 77,13 Persen

MI/ BARY FATHAHILAH
Murid-murid disuntik imunisasi MR di SMPN 103 Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (2/8). Pemberian imunisasi MR tersebut bertujuan untuk memproteksi anak-anak dari penyakit campak dan rubella yang sedang dikampanyekan oleh pemerintah.

HINGGA awal bulan September 2018, paparan imunisasi campak dan rubella (MR) di Sangihe, Sulawesi Utara, mencapai 77,13%.

"Imunisasi Campak dan Rubella sudah terlaksana sebanyak 21.471 anak atau 77,13% dari target yang ditetapkan sebanyak 27.837 anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara Yopy Thungari, di Tahuna, Rabu (19/9).

Menurut dia, pemberian imunisasi untuk bayi dan anak yang berusia sampai 15 tahun hingga saat ini tidak menemukan kendala yang berarti di lapangan.

"Sampai saat ini pelaksanaan imunisasi berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti," imbuhnya.

Petugas imunisasi terus bekerja untuk melakukan imunisasi bagi anak yang belum diimunisasi Campak dan Rubella.

"Kami terus berupaya agar semua bayi dan anak yang berusia sampai dengan 15 tahun mendapat imunisasi Campak dan Rubella untuk periode ini," tuturnya.

Dia berharap peran serta orangtua, guru TK dan sekolah dasar untuk membawa anak guna dilakukan imunisasi.

"Peran serta orangtua, guru TK dan SD sangat dibutuhkan oleh petugas guna suksesnya program imunisasi ini."(OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More