Rekam Jejak Calon Pimpinan LPSK Jadi Perhatian Utama

Penulis: (Dro/P-2) Pada: Rabu, 19 Sep 2018, 08:35 WIB Politik dan Hukum
Rekam Jejak Calon Pimpinan LPSK Jadi Perhatian Utama

FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH

 

KETUA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai beserta Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan LPSK, kemarin, menyerahkan 21 nama calon kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

Dari 21 nama tersebut, Presiden akan memilih 14 nama untuk selanjutnya diserahkan ke DPR guna mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Dari 24 calon tersebut, DPR akan memilih tujuh orang. Ketujuh calon terpilih akan diangkat menjadi pemimpin LPSK periode 2018-2023.

"Saat pansel selesai bekerja, langsung kami minta waktu untuk dapat menyerahkan hasilnya kepada Pak Mensesneg dan alhamdulillah hari ini dapat dilakukan pertemuan," terang Abdul Haris di Gedung Sekertariat Negara, Jakarta, kemarin.

Nama-nama tersebut berasal dari beragam profesi di antaranya anggota TNI dan Polri serta purnawirawan 4 orang, petahana LPSK 3 orang, dosen 4 orang, advokat 4 orang, psikolog 1 orang, aktivis 3 orang, pegawai Komnas Perempuan 1 orang, dan pegawai LPSK 1 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pansel Harkristuti Harkrisnowo menerangkan proporsi calon berdasarkan kelompoknya terdapat 14 laki-laki dan 7 perempuan. Untuk tingkat pendidikan, 6 orang merupakan lulusan S-3, 13 lulusan S-2, dan lulusan S-1 3 orang.

"Panitia seleksi sudah melaksanakan tugas sejak Maret 2018 dan telah menjalankan tugas melakukan seleksi melalui sejumlah tahapan," Harkristuti menambahkan.

Nama-nama yang sudah terpilih itu, kata dia, ialah mereka yang lolos berdasarkan lima kriteria seleksi. Kelima kriteris itu ialah kompetensi, motivasi dan pengalaman, independensi dan integritas, kerja sama, dan kepribadian yang baik. "Jadi, proses seleksinya sangat ketat," imbuh mantan Dirjen AHU Kemenkum dan HAM itu.

Proses seleksi calon pemimpin LPSK telah berlangsung sejak April hingga September 2018. Tahapannya berupa seleksi administrasi, seleksi kemampuan konseptual, seleksi debat publik, profile assessment, wawancara terbuka, dan tes kesehatan. "Tim pansel juga menelusuri rekam jejak setiap calon dan menerima masukan dari masyarakat."

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More