Kejagung Bekuk Buron Kasus SARA

Penulis: (Gol/P-2) Pada: Rabu, 19 Sep 2018, 08:25 WIB Politik dan Hukum
Kejagung Bekuk Buron Kasus SARA

MI/GOLDA EKSA

TIM intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang berhasil menangkap terpidana Erma Ginting alias Erma, buron kasus pidana umum terkait dengan penyebaran kebencian atau permusuhan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mohammad Rum mengatakan Korps Adhyaksa meringkus Erma di Desa Seberaya, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kemarin pukul 15.25 WIB.

Menurutnya, penangkapan terhadap Erma merujuk putusan MA Nomor 2585K/Pid.Sus/2016 tanggal 13 Maret 2017 serta Surat Kajati Bangka Belitung Nomor R-185/n.9/Dek.3/03/2018 tanggal 20 Maret 2018.

"Erma Ginting terbukti bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," ujar Rum.

Atas perbuatan itu, sambung dia, Erma diganjar Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan hukuman penjara 4 tahun dan 6 bulan, serta wajib membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. "Dengan demikian, hingga saat ini tim intelijen Kejaksaan Agung sudah melakukan penangkapan buron sebanyak 165 orang," pungkasnya.

Keberhasilan penangkapan buron tersebut merupakan buah kerja keras program Tangkap Buron (Tabur) 31.1 yang digagas Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung Jan Samuel Maringka. Program itu merupakan rekomendasi rapat kerja Kejaksaan Agung pada Desember 2017, yang intinya menginstruksikan kepada seluruh kejati untuk mengeksekusi pelaku tidak pidana yang proses hukumnya telah berkekuatan hukum tetap.

Erma ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Pangkalpinang pada 1 Februari 2016. Selain diganjar hukuman pidana, Erma dikenai sanksi administrasi berupa pemberhentian dari pekerjaannya sebagai guru di SMAN 2 Pangkalpinang.

Tidak hanya itu, ia menerima sanksi administrasi lainnya, yaitu dimutasikan ke dinas pendidikan (disdik). Sanksi lain yang juga menimpanya ialah penghapusan tunjangan yang selama ini ia terima sebagai tenaga pendidik.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More