El Nino Picu Kemarau Panjang

Penulis: Denny Susanto Pada: Selasa, 18 Sep 2018, 23:15 WIB Nusantara
El Nino Picu Kemarau Panjang

ANTARA FOTO/Siswowidodo

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia akan dilanda El Nino lemah. Musim kemarau akan semakin panjang hingga November.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Selatan, Yana Pardiana mengatakan keberadaan El Nino lemah ini tetap harus diwaspadai. “Kondisi di Sumatra Selatan saat ini sudah banyak bermunculan titik api kebakaran lahan gambut. Penanggulangannya masih menggunakan water bombing. Ada 10 pesawat yang dikerahkan untuk memadamkan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Banyuasin. Tapi, hasilnya belum maksimal,” kata Yana kepada wartawan di sela-sela MoU antara BPBD Sumatra Selatan dan  Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Jakarta,  Selasa (18/9).

Padahal setiap hari dilakukan pengebom-an air sebanyak 50 kali terbang. Untuk satu pesawat membawa 5.000 liter air yang diambil dari sungai-sungai terdekat. “Tapi dengan adanya El Nino lemah, sungai-sungai di sekitar lahan gambut mengering sehingga pemadamam belum maksimal. Kalau dari darat pun selang yang disemprotkan tidak sampai,” ungkapnya.

Yana mengharapkan BPPT bisa memberikan banyak solusi dalam mencegah dan memadamkan kebakaran lahan gambut, di antaranya menciptakan awan buatan.

Selama ini teknologi yang sudah dilakukan BBTMC ialah menunggu awan datang, kemudian disemai dengan garam dan turunlah hujan. Kepala BBTMC BPPT, Tri Handoko Seto membenarkan hal itu. Menurutnya awan buatan itu bisa menjadi solusi apalagi saat ini tidak ada awan di wilayah Sumatra Selatan.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut, BPPT telah mengembangkan sistem pemeringkatan bahaya kebakaran atau fire danger rating system. Alat ini bisa memantau data cuaca, ketinggian air permukaan, dan lainnya yang bisa memicu kebakaran gambut.
“Ada 12 paramater yang dipakai. Hasil pantauan alat tersebut langsung dikirim ke server pusat di BPPT Jakarta. Alat ini tidak memantau hotspot tapi fire spot. Jadi benar-benar api yang membakar lahan, bukan titik panas,” sambung Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah BPPT, Yudi Anantasena.

Meluas
Kebakaran hutan juga terjadi di Kali-mantan Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan mengerahkan lima helikopter water bombing untuk memadamkannya. Kemarau sejak Mei lalu menyebabkan melonjaknya sebaran titik api yang mencapai 418 titik api. Luas karhutla yang terjadi di 13 kabupaten/kota meluas menjadi 2.184,5 hektare.

Dari Jawa Barat, mulai Juli hingga September sudah terjadi 13 kali kebakaran hutan di Kabupaten Kuningan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan kebakaran dipicu ulah manusia saat membersihkan ladang.  Sama halnya hutan di Kabupaten Sukabumi, dan sekitar lereng Gunung Sumbing, Jawa Tengah, juga terbakar.

El Nino lemah juga melanda wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Akibatnya, banyak wilayah mengalami kekeringan. Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo membenarkan adanya gejala El Nino lemah. “Meski lemah, tetap  berdampak pada mundurnya musim kemarau di Jateng selatan seperti Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.” (UL/AS/BB/AD/LD/TS/MR/FL/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More