Anies akan Permalukan Tamu Kalibata City

Penulis: (Aya/N-2) Pada: Selasa, 18 Sep 2018, 05:15 WIB Megapolitan
Anies akan Permalukan Tamu Kalibata City

MI/M. Irfan

BAU tak sedap yang bertiup dari Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, menggugah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencari cara guna menangkalnya. Bukan rahasia lagi, Kalibata City menjadi salah satu apartemen di Jakarta yang dijadikan sarang pekerja seks komersial.

Lewat akun Instagram-nya, Minggu (16/9), Anies menggulirkan ide untuk mencegah praktik prostitusi di apartemen tersebut. 'Salah satu prinsip pencegahan: wajah dan nama tamu akan difoto, dicatat, dan tentu saja bisa diumumkan pada publik', tulisnya.

Tidak ingin berhenti sebatas gagasan, kemarin, Anies mendatangi Apartemen Kalibata City. Dalam kunjungan mendadak-nya, dia datang bersama Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah.

Keduanya berboncengan sepeda motor. Mereka menemui camat dan lurah, penghuni, pengelola, dan ketua RT serta ketua RW di apartemen itu.

Menurut Anies, pengelola apartemen harus bertanggung jawab mengembalikan citra Kalibata City agar menjadi kawasan yang bersih dan terhormat lagi. "Saya sampaikan, pengelola hunian vertikal jangan sampai berseberangan dengan pemerintah, tapi harus berada di sisi yang sama. Tugas pemprov mendisiplinkan pengelola yang tidak sejalan," tegasnya.

Anies juga mengajak masyarakat untuk menghargai perempuan. Pengelola dan pemerintah harus mampu melepaskan mereka yang terjerat lingkaran perdagangan manusia dan prostitusi. "Penghunilah yang paling tahu jurus pencegahan yang paling jitu di lingkungannya dan pengelola harus melaksanakannya," tandasnya.

Apartemen Kalibata City sudah berkali-kali disatroni petugas. Selama 2018, sudah tiga kali operasi penggerebekan dilakukan Polda Metro Jaya. Pada Razia terakhir Agustus lalu, petugas menemukan lima PSK berusia belia dan dua pelanggan yang masih di bawah usia.

Polres Metro Jakarta Selatan juga tidak ketinggalan. Mereka sudah beberapa kali menggelar penangkapan di lokasi itu.

Kalibata City bukan satu-satunya apartemen bermasalah di DKI Jakarta. Pemprov mencatat setidaknya ada 20 dari 107 apartemen di Jakarta yang bermasalah dengan praktik prostitusi.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More