Angin Kencang Rusak 27 Unit Rumah di Pidie

Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 22:00 WIB Nusantara
Angin Kencang Rusak 27 Unit Rumah di Pidie

Koresponden/amir MR

SEDIKITNYA 27 unit rumah warga di Kecamatan Indra Jaya dan Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, rusak setelah diterjang angin kencang. Empat unit di antaranya rusak parah dan 23 rusak ringan.

Musibah akibat fenomena alam itu berawal pada Jumat (14/9) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat terjadi hujan deras tiba-tiba disusul angin kencang hingga sebagian warga panik dan merasa ketakutan.

Angin yang berputar-putar dari arah selatan dan sebaliknya hingga warga keluar rumah. Mereka rela basah kuyup dalam deras hujan untuk menghindari kemungkinan buruk.

Di Desa Dayah Keurako, Kecamatan Indrajaya, misalnya 3 unit rumah rusak parah. Pasalnya bagian atap rumah adat Aceh yang berkuntruksi kayu itu jatur terbawa angin.

Rumah yang rusak parah tersebut masing-masing milik Usman Ali, 45, Kartini, 50, dan Ramli Yusuf. Sekarang mereka harus mengubgsi ke rumah famili di sekitar lokasi.

"Sudah saya laporkan ke Muspika Indrajaya, terkait musibah akibat diterjang kencang ini" kata Mulyadi, Kepala Desa Dayah Keurako, Indrajaya.

Informasi diperoleh Media Indonesia, Minggu (16/9), tidak ada korban jiwa atau korban luka akibat angin kencang di dua kecamatan itu. Mereka yang rumahnya rusak mengharapkan bantuan perintah guna memperbaiki kembali tempat tinggal tersebut.

Catatan Media Indonesia, setelah dilanda kemarau panjang sekitar 5 terakhir, sekatang kawasan Kabupaten Pidie, mulai diguyur hujan. Hal itu sudah berlangsung sejak sepakan terakhir. Walaupun tidak mengguyur tiap hari, tapi ketika hujan sering disertai angin kencang. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More