Jokowi Usung Kampanye Adu Gagasan

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 20:40 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Usung Kampanye Adu Gagasan

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan tidak akan menggunakan kampanye bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada Pilpres 2019.

Menurutnya, kontestasi politik untuk memenangi pemilu seharusnya dilakukan dengan adu gagasan dan adu program, bukan memanfaatkan sentimen SARA. Menurut dia, cara ini lebih efektif untuk menunjukkan cara berpolitik yang dewasa.

"Saya kira kontestasi ini harus diisi dengan kontestasi adu program, adu ide, adu gagasan. Saya kira itu akan mendewasakan dan mematangkan cara-cara berpolitik di masyarakat," ujarnya seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (16/9).

Selain itu, Jokowi menekankan selalu menebarkan semangat optimisme kepada para relawannya. Ia berharap semangat ini terus dijunjung para relawan.

"Dari dulu kan selalu menyampaikan optimisme, menyampaikan program apa yang kita kerjakan," pungkasnya.

Acara ini dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja, antara lain Menkominfo Rudiantara, Kepala Staf Presiden Moeldoko hingga Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More