Makan Nasi Lengko dengan Peserta Terbanyak Pecahkan Rekor

Penulis: Nurul Hidayah Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 20:25 WIB Nusantara
Makan Nasi Lengko dengan Peserta Terbanyak Pecahkan Rekor

MI/NURUL HIDAYAH

MAKAN nasi lengko dengan peserta terbanyak pecahkan rekor di Kota Cirebon. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan nasi lengko, makanan  khas Cirebon kepada masyarakat luas.

Makan nasi lengko dengan peserta mencapai 3 ribu orang dilakukan di ruas Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (15/9). Kegiatan ini juga digelar dalam rangka ulang tahun Kota Cirebon yang ke 649. 

"kegiatan ini  sekaligus memperkenalkan nasi lengko kepada masyarakat luas," ungkap ketua panitia, Abdullah Syukur. 

Nasi lengko, lanjut Syukur, berasal dari kata 'langka' yang artinya tidak ada. Pada zaman penjajahan dulu, lauk mewah seperti telor dan ayam sudah sekali dinikmati oleh warga biasa. Karena itu, nasi lengko ini pun hadir. Lauk pauk yang ada pada nasi lengko cukup sederhana. 

"Namun mengandung nilai gizi yang bagus. Karena juga ada sayuran di dalamnya," ungkap Syukur. 

Nasi lengko terdiri dari nasi yang di atasnya diberi potongan tahu dan tempe, sayur tauge dan diguyur dengan bumbu kacang serta kecap. Untuk menambah aroma sedapnya juga ditaburi dengan daun kucai dan bawang goreng. 

"Ini makanan khas Cirebon, makanan merakyat," ungkap Syukur.

Syukur berharap dengan adanya pemecahan rekor ini sekaligus bisa memperkenalkan nasi lengko kepada masyarakat secara luas. 

"Bahkan kami berharap nasi lengko juga bisa menjadi suguhan di berbagai acara yang bersifat nasional," ungkap Syukur.

Pemecahan rekor makan nasi lengko dengan peserta terbanyak ini tercatat pada Original Record Indonesia (ORI). Presiden ORI, Agung Elvianto, mengungkapkan pemecahan rekor ini masuk pada kategori kolosal, yaitu peserta terbanyak dengan memakan makanan tradisional khas Cirebon yaitu nasi lengko. Melalui kegiatan ini, Agung juga berharap nasi lengko bisa 
menjadi ikonnya kuliner Indonesia. 

"Bahkan bisa disajikan diberbagai acara yang sifatnya nasional bahkan internasional," ungkap Agung. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More