Militan Muslim di Filipina Selatan Lepaskan 3 Sandera WNI

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 20:10 WIB Internasional
Militan Muslim di Filipina Selatan Lepaskan 3 Sandera WNI

AFP/STRINGER

MILITAN Muslim telah membebaskan tiga warga negara Indonesia yang diculik di laut di Malaysia awal tahun lalu. Ketiganya kemudian dibawa mereka ke tempat persembunyian mereka di hutan di Filipina selatan. Demikian kata para pejabat, kemarin.

"Warga Indonesia dibebaskan hari, Jumat (14/9), dengan bantuan Front Pembebasan Nasional Moro, kelompok pemberontak yang menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Filipina, di Kota Indanan di Provinsi Sulu," kata polisi.

Para sandera yang dibebaskan adalah Hamdam Salim, Subandi Sattuh, dan Sudarlan Samansung. Menurut militer, mereka langsung diserahkan kepada duta besar Indonesia di Kota Zamboanga Selatan pada Minggu (16/9).

Ditodong
Ketika berlayar di atas kapal cepat, ketiganya dibawa dengan todongan senjata oleh orang-orang yang diduga gerilyawan Abu Sayyaf dari negara bagian Sabah Malaysia di Pulau Borneo pada Januari tahun lalu. 

"Para sandera dibawa naik perahu motor ke tempat persembunyian hutan orang-orang bersenjata di Sulu, sebuah provinsi yang miskin dan berpenduduk mayoritas Muslim di Filipina selatan tempat Abu Sayyaf telah hadir sejak akhir 1980-an," kata para pejabat keamanan.

Seorang komandan Abu Sayyaf, Marjan Sahidjuan, memimpin para penculik yang membebaskan para tawanan itu dengan imbalan tebusan. Seorang pejabat keamanan mengatakan, mereka berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Juru bicara militer setempat Letnan Kolonel Gerry Besana mengatakan militer tidak menyadari pembayaran uang tebusan dan menambahkan bahwa serangan tanpa henti menekan para penculik untuk melepaskan sandera mereka.

Upaya oleh Filipina, Malaysia dan Indonesia untuk meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan laut besar mereka telah sangat mengurangi pembajakan dan penculikan dalam beberapa bulan terakhir terutama oleh Abu Sayyaf, yang masuk daftar hitam oleh Amerika Serikat dan Filipina sebagai organisasi teroris.

Polisi Filipina mengatakan bahwa dua nakhoda Indonesia dari sebuah kapal nelayan Malaysia diculik pada hari Selasa dari Pulau Semporna di Sabah, Malaysia, dan juga dibawa oleh tersangka militan yang dipersenjatai dengan senapan M-16 ke arah Filipina selatan. (AP/OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More