Beras Impor akan Jadi Penyangga Stok Selama Kemarau

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 20:10 WIB Ekonomi
Beras Impor akan Jadi Penyangga Stok Selama Kemarau

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

PEDAGANG beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mengkhawatirkan ketersediaan komoditas pangan utama itu dalam satu atau dua bulan ke depan. Pasalnya, pada waktu-waktu tersebut, Indonesia akan dilanda musim kemarau yang akhirnya berimbas pada produksi beras.

Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengatakan kejadian buruk pernah menerpa pada akhir 2016.

"Pada akhir 2016 menuju awal 2017, stok kita kurang. Kementerian Pertanian bilang beras surplus tetapi di pasar langka," ujar Zulkifli kepada Media Indonesia, Minggu (16/9).

Ia pun menyambut baik kejelian pemerintah yang kini berani membuka keran impor beras sebelum kelangkaan stok terjadi. Dengan adanya tambahan persediaan beras impor, ia meyakini stok beras akan aman hingga awal tahun mendatang.

"Sekarang kita memang punya stok, tetapi nanti kemarau pasti persediaan akan berkurang. Itulah fungsi dari beras impor, untuk mengisi stok ketika kemarau, untuk stabilisasi harga," ucapnya.

Saat ini, stok beras di PIBC tercatat sebesar 43 ribu ton dengan pemasukan dan pengeluaran yang seimbang yakni sekitar 3 ribu ton per hari.

Kondisi pada 2016, sebagaimana diungkapkan Zulkifli, terjadi akibat kesalahan prediksi pemerintah karena tidak validnya data produksi yang disuguhkan.

Pada awal 2016, stok beras di PIBC tercatat mencapai 52 ribu ton. Bahkan pada Mei, persediaan beras di pasar yang menjadi barometer stok dan harga nasional itu sempat menyentuh angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir yakni 53 ribu ton.

Namun, setelah itu, stok terus menurun hingga menyentuh 37 ribu ton pada akhir 2016. Kondisi tidak kunjung membaik hingga awal 2017 karena stok tetap berada di kisaran tersebut.

Hal yang sama terulang pada akhir 2017. Stok di PIBC kala itu hanya 37 ribu ton. Bahkan, pada Februari, persediaan beras di pasar itu turun drastis hingga 24 ribu ton atau yang terendah dalam tiga tahun terakhir.

"Kalau sekarang, dengan adanya bantuan dari impor, stok kita aman. Setidaknya pemerintah punya stok lebih dari 2 juta ton untuk memenuhi kebutuhan selama kemarau," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More