Puluhan Warga Cianjur Diduga Keracunan Hidangan Hajatan

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 20:05 WIB Nusantara
Puluhan Warga Cianjur Diduga Keracunan Hidangan Hajatan

MI/BENNY BASTIANDY

PULUHAN warga Kampung Seuseupan RT 01/01, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga keracunan nasi hajatan. Sebagian besar korban dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur karena kondisinya perlu penanganan serius.

Berdasarkan informasi, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan sebanyak 50 orang. Mereka mengalami mual, pusing, dan muntah, Sabtu (15/9) siang. 

Gejala yang dialami mereka usai menyantap hidangan dalam acara syukuran kepulangan jamaah haji warga setempat. Awalnya warga yang diduga mengalami keracunan hanya beberapa orang saja. Tapi pada Minggu (16/9) siang jumlahnya terus bertambah.

"Kalau data sementara ada 50 orang," kata Camat Cugenang, Slamet Riyadi, Minggu (16/9).

Dari 50 orang itu sebanyak 20 orang dirawat di puskesmas setempat. Sisanya sebanyak 30 orang dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur.

"Kalau yang dirawat di puskesmas sudah berangsur pulih. Sudah ada yang kembali lagi ke rumah. Tapi yang 30 orang kami bawa ke RSUD Sayang karena kondisinya lemah," jelas dia.

Ia tak mau berspekulasi mengenai penyebab dugaan keracunan yang dialami warganya. Namun rata-rata warga mengaku gejala yang dialami usai menyantap hidangan hajatan.

"Sampel makanan sudah dibawa untuk diuji laboratorium. Kepastiannya menunggu hasil laboratorium saja nanti," tandasnya.

Petugas RSUD Cianjur, Malfi Alman, menyebutkan jumlah korban dugaan keracunan yang dibawa RSUD Sayang Cianjur sebanyak 34 orang. Mereka terdiri dari 15 orang laki-laki, 15 orang perempuan, dan 4 orang anak-anak.

"Mereka mengalami gejala sama, yakni pusing, mual, dan lemas," kata Malfi.

Penanganan pertama dilakukan dengan memberikan cairan infus. Diharapkan cairan itu bisa memulihkan kembali stamina mereka yang lemah.

"Sebagian di antara mereka sudah mulai terlihat membaik. Tapi masih kami tangani intensif," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More