Spirit Kuat dari Hasil Kejuaraan Terbuka di Prancis dan Jepang

Penulis: Widjajadi Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 21:30 WIB Olahraga
Spirit Kuat dari Hasil Kejuaraan Terbuka di Prancis dan Jepang

Koresponden/Foto: Widjajadi

TUBUHNYA mungil. Tapi dia lah yang diharapkan bisa mendulang medali emas Indonesia dari 13 atlet paralimpik cabang angkat berat yang diturunkan di ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta pada 6 - 13 Oktober mendatang.

Baru tiga hari silam, Ni Nengah Widiarsih, pemilik tubuh mungil itu baru saja pulang dari kejuaraan Asia Oceania Championships di Jepang, yang  menjadi ajang kualifikasi Paralympic Tokyo 2020. Ia berhasil menggondol medali perak di kelas 45 kg, dengan angkatan seberat 101 kg.

"Saya tidak berangkat sendiri, namun bersama delapan atlet angkat berat NPC lainnya. Selain saya ada tiga teman juga memperoleh medali perak dan satu perunggu. Hasil perak ini menjadi sesuatu sekali bagi saya, dan  menambah semangat untuk menuju Asian Para Games di Jakarta nanti," tukas Ni Nengah dalam obrolan dengan Media Indonesia di pusat pelatihan angkat berat di sekretariat NPC di Kentingan, Jebres.

Ia menuturkan, tidak hanya kejuaraan di Jepang, pada Mei silam, di sela-sela pemusatan latihan yang terus berjalan, dirinya juga terbang ke Prancis untuk mengikuti kejuaraan Eropa Open, dengan hasil medali emas di kelas 45 kg juga.

Keikutsertaan Ni Nengah bertanding di kelas 45 kg, baik di Prancis maupun di Jepang  ini menjadi sebuah keniscayaan, setelah dirinya mengalami sakit dan dehidrasi, hingga perlu asupan yang lebih banyak. Ditambah perubahan kelas, dari sebelumnya 41 kg menjadi 45 itu juga sebagai arahan pelatih yang setia mendampingi.

Terakhir atlet para putri asal Bali ini bertanding di kelas 41 kg adalah saat bertanding di ASEAN Para Games 2017, dengan hasil emas. 

"Namun begitu saya juga tidak mau berandai andai mau turun di kelas berapa saat di Asian Para Games, semua tergantung pada hasil pertemuan technical meeting," imbuh perempuan bertahi lalat manis di bawah bibir itu.

Yang jelas, lanjut peraih medali perunggu Paralympic Rio de Janeriro Brazil 2016 tidak mau berleha-leha menjelang pesta olahraga kaum difabel se-Asia di Jakarta yang tinggal 3 minggu lagi. Dia bersama 13 atlet NPC terus berlatih dua kali, pagi sore sejak Januari silam.

Kepercayaan negara yang diberikan kepadanya, ditegaskan Ni Nengah akan 
dituntaskan dalam pertandingan nanti. 

"Tetapi saya tidak ingin muluk-muluk, meski menginginkan hasil yang terbaik untuk negeri tercinta ini," tandas dia sambil mengelap keringat usai berlatih.

Dia bersama teman-temannya bertekad tidak akan puas dengan target 1 emas dan dua perak yang dibebankan pelatih dan NPC, dan akan berjuang habis-habisan demi berkibarnya merah putih di atas panggung penyerahan medali.

Ni Nengah mengaku sangat senang dan semakin termotivasi untuk berprestasi di ajang Asian Para Games, ketika mendengar penjelasan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang berkunjung ke tempat Pelatnas sebagai mewakili Presiden Jokowi, bahwa bonus yang akan diberikan pemerintah adalah sama dengan yang diperoleh mereka yang telah berprestasi di ajang Asian Games 2018 sebelumnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More