Kemarau, Puluhan Hektare Lahan Pertanian di Lembang Mati

Penulis: Depi Gunawan Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 18:05 WIB Nusantara
Kemarau, Puluhan Hektare Lahan Pertanian di Lembang Mati

Koresponden/depi gunawan

DAMPAK kemarau berkepanjangan mulai dirasakan masyarakat Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. Warga terpaksa harus membagi air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

Sumur-sumur warga di pegunungan mengering, satu-satunya sumber pasokan air dari Badan Pengelola Air Bersih (BPAB) yang dikelola desa setempat pun tidak mengalir lancar. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa memanfaatkan kolam tadah hujan yang nampak kotor atau meminta ke warga lainnya yang masih tersedia sumber air.

"Sudah lima hari air tidak mengalir. Jika ada warga yang punya mesin pompa, bisa mengambilnya ke sungai, tapi jaraknya sangat jauh," ungkap Iwan Dana, 55, seorang warga Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Minggu (16/9).

Karena kurangnya pasokan air, lanjut dia, sejumlah tanaman yang membutuhkan banyak air seperti sawi, buncis, kapri, burkoli dan burkol milik ratusan petani menjadi mati. Menurut Iwan, tanaman yang mati itu mencapai puluhan hektare dan rata-rata baru berumur 15 hari harian.

"Sewaktu-waktu, dampak musim kemarau ini bakal menyebabkan harga pertanian menjadi naik," bebernya.

Dia menyatakan, dampak musim kemarau juga menyebabkan sejumlah warga berselisih karena berebut air untuk pengairan pertanian. Menyiasati kelangkaan air, sejumlah warga ada yang membuat sumur baru hingga sedalam 30 meter.

"Mudah-mudahan, kemarau tidak berlangsung lama agar tanaman lainnya tidak mati dan kami tidak mengalami kerugian yang lebih besar," tuturnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menyebutkan, prakiraan puncak musim kemarau akan terjadi pada pertengahan bulan Oktober 2018. Dengan demikian, awal musim hujan di wilayah Jawa Barat diprediksi dimulai pada akhir Oktober dan akan berlangsung hingga bulan Mei 2019. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More