Tim Jokowi-Ma’uf ingatkan Relawan Jangan Saling Ejek

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 17:50 WIB Politik dan Hukum
Tim Jokowi-Ma’uf ingatkan Relawan Jangan Saling Ejek

MI/ROMMY PUJIANTO

DIREKTUR Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq meminta ke relawan dalam kampanye nanti tidak menjelekkan-jelekkan pasangan kubu lawan. 

Ia juga berharap relawan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks dalam upaya memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

“Relawan Jokowi-Ma’ruf jangan menebar hoaks, jangan jelek-jelekan pihak seberang ya. Kita lawan orang-orang yang menyebarkan angka-angka bohong, kecemasan dan ketakutan dengan optimisme dan semangat membangun Indonesia," kata Maman di acara deklarasi relawan Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Bara Baja) dukung Jokowi-Ma'ruf Amin, di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi 46, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).

Menurutnya, mensosialisikan keberhasilan Jokowi di pemerintahan menurutnya lebih elegan dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Ia juga meminta para relawan tidak mudah terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan pihak lawan yang berupaya memojokkan kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Lalu kalau yang sono bilang tempe sudah setipis kartu ATM, kita cukup kita bilang tempe masih gede di warteg,” ujarnya

Sementara, Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengapresiasi deklarasi Relawan Bara Baja yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia meminta agar para relawan dapat mengikuti pesan Jokowi yang mengajak agar kampanye pilpres sebagai dialog dengan rakyat. Relawan harus bisa menyampaikan gagasan Jokowi-Kiai Maruf Amin untuk membangun peradaban.

"Bukan seperti di sana yang suka memecah belah. Maka mari sampaikan hal baik, berpikir positif buat rakyat," kata Hasto di tempat yang sama.

Sementara itu, Dewan Pembina Bara Baja, Djarot Saiful Hidayat menegaskan, relawannya sudah terbukti sebagai kelompok militan. Salah satunya bersedia masuk kampung keluar kampung, berjuang demi Indonesia.

"Percayalah. Pak Jokowi dan KH Maruf Amin harus menang di 2019. Bukan demi mereka berdua, tapi untuk Indonesia dan generasi kita mendatang," ujar Djarot. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More