Ditekan Banyak Pihak Alasan Pemko Pekanbaru Tunda Imunisasi MR

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 17:35 WIB Nusantara
Ditekan Banyak Pihak Alasan Pemko Pekanbaru Tunda Imunisasi MR

Koresponden/Rudi Kurniawansyah

TINGGINYA tekanan dari banyak pihak ditambah lagi perkembangan informasi yang tidak benar menjadi alasan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menunda pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella (MR).

Hingga kini, cakupan pencapaian imunisasi campak dan rubella di kota dengan julukan madani itu masih rendah atau hanya mencapai 16% dari 219.216 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

"Terlalu banyak tekanan dari berbagai pihak. Masyarakat kita terlalu percaya ke informasi yang tidak benar," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Gustiyanti, Minggu (16/9).

Dijelaskannya, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru memutuskan menunda pelaksanaan imunisasi MR setelah banyak tekanan dari banyak pihak terkait pro dan kontra kehalalan vaksin MR yang digunakan.

"Namun, saat ini kami sudah menerima surat edaran dari Gubernur. Kami
menunggu arahan dari Wali Kota. Kami akan membuat surat lagi pelaksanaan MR di Pekanbaru dilanjutkan," jelas Gustiyanti.

Menurutnya, masyarakat Kota Pekanbaru yang mayoritas muslim terlalu percaya kepada informasi yang tidak benar. Apalagi dengan jumlah penduduk Kota Pekanbaru hampir sebanyak 1 juta jiwa. Hal itu menyebabkan proses sosialisasi informasi imunisasi MR yang benar menjadi terkendala.

"Tapi cakupan MR tetap bergerak bagi masyarakat. Tidak berhenti total. Saat ini cakupan MR sudah mencapai 16% dari 219.216 orang," jelasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Riau terus menggesa pelaksanaan imunisasi MR yang waktunya tinggal tersisa dua minggu lagi. Langkah terakhir yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Riau setelah melibatkan MUI Riau dan komunitas korban Rubella adalah melakukan sweeping atau menjemput langsung sasaran anak yang diimunisasi.

"Kita akan menjemput langsung ke sekolah-sekolah. Kemudian ke puskesmas dan posyandu di pemukiman warga. Kegagalan imunisasi MR ini bisa membuat kita dicegah masuk ke negara-negara lain karena ini program WHO," jelasnya. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More