Migrant Care Kutuk Iklan Penjualan Pekerja Migran Indonesia di Situs Carousell

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 17:09 WIB Internasional
Migrant Care Kutuk Iklan Penjualan Pekerja Migran Indonesia di Situs Carousell

MI/GRANDYOS ZAFNA

BEBERAPA hari belakangan ini beredar pemberitaan mengenai situs jual beli daring (online) Carousell di Singapura yang menayangkan penawaran penjualan PRT migran Indonesia. Mereka ditawarkan seperti layaknya sebuah barang.

"Migrant Care mengecam keras eksploitasi ini yang sudah memperbudak manusia dan menuntut adanya tindakan hukum para pelakunya. Ke depan harus ada standar dan 'code of conduct' dalam memberikan informasi mengenai lowongan kerja dan mempekerjakan PRT migran sesuai dengan syarat-syarat hak asasi manusia," tegas Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo lewat rilis, Minggu (16/9).

Menurut Migrant Care, memperlakukan penawaran jasa PRT Migran Indonesia seperti memperjualbelikan komoditas sebenarnya bukan hal yang baru. Meskipun selalu diprotes oleh khalayak ramai.

Di Malaysia, pernah ada iklan massif yang tertempel di jalan-jalan kuala lumpur bertulis 'Indonesia Maid on Sale'.

Di Singapura juga pernah terungkap, penawaran jasa PRT migran, dengan mempertontonkan langsung calon PRT migran di gerai-gerai.

"Ini tentu sangat tidak adil dan merendahkan martabat PRT migran Indonesia," tukas Wahyu. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More