Ijtima Ulama II Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandiaga

Penulis: Antara Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 17:06 WIB Politik dan Hukum
Ijtima Ulama II Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandiaga

MI/Thomas Harming Suwarta

IJTIMA Ulama II secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, setelah ditandatangani pakta integritas oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

Prabowo tiba sekitar pukul 13.00 WIB saat sidang pleno Ijtima Ulama II masih berlangsung, Minggu (16/9), dan menandatangani pakta integritas tersebut sekitar pukul 14.30 WIB.

Forum Ijtima Ulama II tersebut, menurut Rizieq Shihab melalui pesan yang diputar dalam sidang tersebut, menyampaikan ada tiga agenda utama dalam forum tersebut.

Pertama, mendengarkan secara langsung alasan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden bukan cawapres rekomendasi Ijtima Ulama I, Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri. Hal ini untuk menghindari saling curiga dan perpecahan di tubuh ulama dan Koalisi Keumatan.

Kedua, penandatanganan pakta integritas oleh pasangan calon sebagai bentuk perjanjian yang kuat dan mengikat keduanya. Ketiga, untuk menyusun langkah pemenangan bagi Prabowo-Sandiaga Uno.

Prabowo, usai penandatanganan pakta integritas menyampaikan, terima kasih dan terharu atas dukungan yang diberikan oleh ijtima ulama.

"Atas nama Prabowo-Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada Ijtima Ulama II dari GNPF Ulama atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, atas dukungan yang begitu ikhlas diberikan. Ini sungguh adalah waktu yang mengharukan bagi diri saya, dan saya sudah berjanji kepada ijtima akan saya berbuat yang terbaik, seluruh jiwa dan raga saya persembahkan kepada bangsa dan negara Indonesia," kata Prabowo dalam konferensi pers.

Dalam acara tersebut, hadir pula Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal, dan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Eggi Sudjana, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More