Cakupan Imunisasi MR di Timor Tengah Utara Lampaui Target

Penulis: Palce Amalo Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 17:25 WIB Nusantara
Cakupan Imunisasi MR di Timor Tengah Utara Lampaui Target

MI/PALCE AMALO

TIMOR Tengah Utara menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang melampaui  target imunisasi measles-rubella (MR). Sampai Minggu (16/9), cakupan imunisasi MR di daerah itu tercatat  100,03% atau 83.019 anak dari target semula 80.920 anak.

Saat ini petugas kesehatan dari 26 puskesmas masih melakukan penyisiran ke desa-desa untuk. Petugas mendatangi rumah penduduk untuk mencari anak-anak yang kemungkinan belum diberi imunisasi MR.

Cakupan terbanyak imunisasi MR di daerah itu adalah Puskesmas Sasi sebanyak 14.031 anak, Puskesmas Oelolok 6.749 anak, Puskemas Ponu 5.532 anak, sedangkan cakupan di puskemas lainnya berkisar antara 1.000-4.000 anak. Penyisiran yang dilakukan petugas puskesmas berlangsung hingga berakhirnya kegiatan imunisasi MR pada 30 September 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur dokter Dominikus Mere menyebutkan lima kabupaten lagi dengan capaian imunisasi MR di atas 80% diharapkan akan tuntas dalam waktu dekat yakni Timor Tengah Selatan 82%. Selanjutnya Sikka 81,9%, Sumba Timur 81,8%, dan Ngada 81,3%, dan Sumba Tengah 80,6%.

Sementara target paling rendah ialah Kabupaten Alor sebanyak 66,7%, Manggarai Barat 68,3%, Ende 68,6%, Rote Ndao 69,9%, dan Lembata 70,7%. Salah satu alasan yang membuat cakupan imunisasi di daerah itu rendah karena adanya penolakan dari warga.

Keluarga menolak anak-anak mereka diberi vaksin MR karena menganggap vaksin tersebut haram. Padahal sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membolehkan penggunaan vaksin MR untuk imunisasi. 

"Timor Tengah Utara sudah tinggal landas. Kabupaten lain, tetap diusahkan sesuai target. Untuk itu perlu ekstra usaha," ujarnya. 

Untuk tingkat nasional, cakupan imunisasi MR di NTT tertinggi ketiga atau sebesar 76,14%, masih 18,86% menuju target 95% di akhir September. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More