Singapura Selidiki Penjualan PRT Indonesia di Situs Daring

Penulis: Willy Haryono Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 16:40 WIB Internasional
Singapura Selidiki Penjualan PRT Indonesia di Situs Daring

Screengrab from Carousell

KEMENTERIAN Tenaga Kerja Singapura (MOM) menyelidiki kasus penjualan pembantu rumah tangga di situs daring Carousell.

Dalam sebuah tulisan di laman Facebook pada Jumat (14/9), MOM mengaku "mengetahui adanya kasus dimana beberapa pekerja domestik asing ditawarkan secara tidak pantas di Carousell."

"Kami sedang menyelidiki kasus ini dan telah meminta agar iklan tersebut dihapus," lanjutnya, seperti dikutip dari kantor berita The Straits Times, baru-baru ini.

Dalam iklan yang diunggah pengguna Carousell @maid.recruitment, deretan wajah PRT diperlihatkan. Diduga kuat beberapa dari PRT tersebut berasal dari Indonesia.

Sejumlah foto di iklan tersebut berstatus terjual.

Merespons permintaan dari The Straits Times, juru bicara Carousell mengatakan iklan semacam itu tidak diperbolehkan berdasarkan panduan penjualan.

Meski membolehkan iklan yang menawarkan jasa namun deretan foto semacam itu dilarang.

"Segala sesuatu yang memperlihatkan biodata personal seseorang sangat dilarang, karena melanggar aturan kami," ucap sang jubir.

Ia menambahkan tidak ada transaksi yang tercatat dari iklan tersebut. "Kami berkoordinasi dengan otoritas untuk menyelidiki kasus tersebut," sebut jubir Carousell.

Carousell mengkau telah membekukan akun @maid.recruitment dan menghapus iklan deretan PRT tersebut. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More