Relawan Kawula Muda Jokowi Antisipasi Hoaks

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 16:28 WIB Politik dan Hukum
Relawan Kawula Muda Jokowi Antisipasi Hoaks

MI/ROMMY PUJIANTO

RELAWAN kawula muda Jokowi mengantisipasi serangan hoax dalam kampanye Pilpres 2019 mendatang. Obrolan dengan warga akan dilakukan pihaknya demi mengklarifikasi pemberitaan miring.

“Operasi melalui medsos akan kita lakukan. Setiap ada pertanyaan miring akan kita luruskan,” kata inisiator relawan Kawula Muda Jokowi, Minggu (16/9)

Dalam deklarasi yang dilakukan ratusan orang itu, mereka mengatakan akan siap menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Dukungan akan dilakukan dengan mendatangi sejumlah warga saat kampanye diselenggarakan 23 September 2018 mendatang.

Ari menegaskan tak ada lagi alasan untuk dirinya membantu memenangkan Jokowi. Menjabat hampir 5 tahun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mampu memberikan perubahan, percepatan infrastruktur dilakukan, salah satunya membangun jalan tol sejauh 568 kilometer dalam waktu 3,5 tahun.

“Sedangkan dalam waktu 30 tahun dari tahun 80’an. Baru 700 kilometer, padahal 6 presiden sudah berganti,” katanya.

Termasuk saat meningkatkan pembangunan di kawasan Papua. Jokowi telah memberikan perubahan, akses jalan dari Jayapura ke Wamena bisa terhubung.

"Silahkan lihat realitasnya seperti apa. Pembangunan jalan saja bandingkan," tegasnya.

Dalam dukungannya, Kawula Muda Jokowi ini akan bergerak secara masih dan mengendap endap. Ajakan dukungan akan dilakukan ke sejumlah keluarga, setelah itu dukungan akan diperluas ke tetangga dan masyarakat lainnya.

Sikap sama dilakukan Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Pusat, Pahala Sianturi. Ia menegaskan akan berkampanye kepada masyarakat demi melanjutkan misinya memenangkan jokowi maaruf.

“Saya akan bergerak bersama partai lain dan menyisir kawasan Jakarta Pusat. Kami akan bantu jokowi memenangkan pilpres,” kata Pahala.

Pahala mengakui, terhadap Pilpres 2019 pihaknya telah mengakui punya strategi khusus. Peningkatan UMKMP dan kesejahteraan masyarakat menjadi fokusnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More