DKI Siapkan Lahan Untuk Pembangunan Rusun Lima Tahun ke Depan

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 20:15 WIB Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Untuk Pembangunan Rusun Lima Tahun ke Depan

MI/Yanurisa Ananta

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah gencar melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan rumah susun (rusun) umum sampai lima tahun ke depan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, DKI menargetkan membangun rusun sebanyak 14.564 unit rusun hingga 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan DKI Meli Budiasti optimistis lahan yang dimiliki DKI akan cukup mengakomodir pembangunan 14.564 unit rusun. Pada 2017, Pemprov sudah mengantongi lahan seluas 13,5 hektare di lima lokasi. Proses pembebasan lahan terus berlanjut tahun berikutnya.

"Sebenarnya kalau mau mencapai target RPJMD yang 14.500-an itu kita sudah cukup dengan pembebasan di 2018. Tapi kan kita masih melakukan pembebasan lahan di 2019, 2020. Sudah pasti ada pembebasan tiap tahun," kata Meli, beberapa waktu lalu.

Tahun ini, Dinas Perumahan mendapat jatah anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan rusun sebesar Rp800 miliar dari APBD 2018. Dana itu sudah terserap Rp170 miliar untuk pembelian lahan di Rorotan IV, Cilincing, Jakarta Utara, seluas 4,6 hektare. Anggaran masih tersisa Rp630 miliar.

Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD pekan lalu, Dinas Perumahan kembali mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp300 miliar. Pasalnya, lanjut Meli, cukup banyak warga yang menawarkan lahannya untuk dibeli Pemprov DKI, terutama yang berada di pinggiran Jakarta.

"Harga lahan akan naik terus. Selama ada penawaran ke kami, bila setelah dicek dokumennya, kemudian harga diappraisal, lalu kami nego dan harga cocok maka akan kami beli," ujar Meli.

Meli menambahkan, dengan Rp300 miliar pihaknya bisa menyiapkan lahan rusun di lima lokasi. Ia menyebut, lahan yang dibebaskan tahun ini memiliki luas relatif kecil-kecil. Lima lokasi itu diantaranya, Nagrak, Muara Baru, dan Semper Timur. Seluruhnya masih dalam proses pemeriksaan dokumen.

Kendati demikian, Meli menekankan pihaknya tidak menjamin bahwa negosiasi akan selalu mulus.

"Tapi kami tidak menjamin kalau sudah clear and clear kami akan lakukan pembelian. Kami tidak beli bila harga tidak cocok," ungkapnya.

Kebanyakan Di Pinggiran Jakarta

Sebelumnya, anggota Banggar sempat mempertanyakan kenapa lahan yang disorot Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selalu berada di pinggiran Utara, misalnya Rorotan.

Meli menjawab, pemanfaatan lahan di Rorotan sebagai rusun atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 106 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Ruang Kawasan Rorotan Sebagai Lahan Cadanga untuk RTh dan Rusun Umum.

"Masih luas di sana lahannya. Banyak pemilik lahan yang menawarkan kepada Pemprov karena memang sudah ditetapkan oleh Pergub itu." pungkas Meli. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More