Oesman Sapta Sebut Iklan di Bioskop bukan Kampanye

Penulis: Antara Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 18:45 WIB Politik dan Hukum
Oesman Sapta Sebut Iklan di Bioskop bukan Kampanye

ANTARA/M Agung Rajasa

KETUA Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta menegaskan bahwa iklan kinerja pemerintah yang ditayangkan di bioskop adalah bentuk sosialisasi, bukan kampanye terselubung.

"Iklan kinerja pemerintah yang ditayangkan di bioskop itu adalah produk dari Kementerian Kominfo dan bukan dibuat tim kampanye Pak Jokowi sebagai capres," kata Oesman, Sabtu (15/9).

Oesman mengatakan hal itu menjawab pertanyaan pers yang meminta tanggapannya mengenai polemik iklan kinerja Pemerintah di bioskop.

Menurut Oesman, iklan kinerja Pemerintah di bioskop itu bukan urusan Presiden RI Joko Widodo. Akan tetapi, itu adalah pekerjaan Kementerian Kominfo.

Kementerian Kominfo sebagai kementerian teknis yang membidangi informasi, menurut Oesman, memiliki fungsi dan tugas untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Informasi yang disampaikan melalui iklan di bioskop itu adalah nyata, realisasi dari program pemerintah. Jadi, bukan kampanye," katanya.

Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI menegaskan bahwa dirinya sudah bertanya langsung kepada Presien Joko Widodo perihal polemik iklan kinerja pemerintah di bioskop.

Menurut Oesman, Joko Widodo menyatakan tidak tahu dan penayangan iklan itu adalah bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Kominfo.

Oesman juga menegaskan bahwa Joko Widodo yang merupakan bakal calon presiden petahana tidak perlu melakukan kampanye terselubung.

Menurut dia, kegiatan Joko Widodo sehari-hari sebagai presiden sudah bertemu dengan masyarakat dan menjadi perhatian masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Oesman juga mengingatkan agar tidak tidak ada pihak-pihak yang berupa melontarkan provokasi dan membangun polemik dengan tidak berdasar. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More