Putri Sri Sultan Tunggu Kelahiran Anak Kedua

Penulis: Agus Utantoro Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 18:00 WIB Humaniora
Putri Sri Sultan Tunggu Kelahiran Anak Kedua

MI/AGUS UTANTORO

PUTRI Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kangjeng Ratu (GKR) Bendoro, saat ini sedang menanti kelahiran anaknya yang kedua. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan aktivitas sosial kemasyarakatannya.

Bahkan dengan aktivitas yang tinggi itu bisa menjadi pengganti senam ibu  hamil.

Saat ini, usia kehamilan GKR Bendoro sudah memasuki bulan yang keenam. Dia mengaku tidak mempermasalahkan jenis kelamin anaknya itu

"Bagi saya, seorang anak perempuan dan laki-laki sama saja. Kami menerima anugerah yang diberikan Tuhan kepada keluarga," katanya di sela-sela acara Wahana Jejak Nutri yang digelar PT Sari Husada di Taman Pintar, Kota Yogyakarta.

Istri dari KPH (Kangjeng Pangeran Hario)  Yudonegoro itu mengatakan, di masa kehamilan baik yang pertama dan yang kedua kali ini, ia  sebenarnya ingin merasakan yang dinamakan ngidam atau nyidam.

"Sebenarnya itu ingin merasakan nyidam itu seperti apa. Namun, dua kali hamil belum pernah merasakannya. Ya, hamil biasa saja ndak ada nyidam sama sekali," katanya.

Yang lebih penting, menjaga kehamilan ini agar tetap mendapat asupan  gizi yang baik sehingga akan dilahirkan bayi yang sehat.

Sebagai kehamilan anak yang kedua, ujarnya, maka tidak ada tradisi mitoni atau tingkeban atau memperingati usia kehamilan tujuh bulan. Mitoni atau tingkeb hanya dilakukan pada kehamilan anak pertama.

"Tidak mitoni ya, namun ada syukuran kecil-kecilan," katanya.

Mengapa? "Ndak meri dengan kakaknya," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More