Kalapas Sukamiskin Siap Dicopot terkait Temuan Ombudsman

Penulis: Eriez M Rizal Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 15:10 WIB Politik dan Hukum
Kalapas Sukamiskin Siap Dicopot terkait Temuan Ombudsman

MI/BAYU ANGGORO

KEPALA Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1 Sukamiskin Tejo Herwanto menyatakan siap menerima sanksi dari Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) atas temuan sidak Ombudsman RI pada Kamis (14/9).

"Jadi gini, saya siap diberikan sanksi atas temuan Ombudsman ini. Tapi, pimpinan mestinya bijak, bukan itu saja," tegas Tejo di Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/9).

Tejo meminta pimpinan agar adil mengambil kebijakan untuk jajaran Lapas Sukamiskin. Lanjut Tejo, Lapas di bawah kepemimpinannya sudah membenahi sistem pengamanan, integritas pembinaan lingkungan lapas.

Menurutnya, temuan Ombudsman RI yang menyebutkan ruangan narapidana Setya Novanto lebih luas merupakan hal yang berhubungan dengan kesiapan anggaran lapas dalam menyediakan kamar. Pihaknya juga sudah mengusulkan standarisasi ukuran kamar dengan fasilitas toilet duduk.

"Itu kan masalah (temuan) ada hubungannya dengan penganggaran. Masalah yang tidak ada hubungan dengan anggaran sudah saya lakukan. Tapi itu kita kembalikan ke pimpinan," katanya.

Tejo menegaskan, pihaknya legowo jika mendapatkan sanksi dari pusat.

"Kalau kita sudah berbuat tiba-tiba dinilai buruk ya silahkan saja.  Saya siap," tegasnya.

Hasil sidak Ombudsman menemukan dugaan maladministrasi. Dugaan maladministrasi ini berkaitan dengan ukuran kamar hunian yang berbeda antara satu kamar dengan kamar lainnya.

Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu mengatakan salah satu tempat yang terindikasi yakni di Lapas Sukamiskin. Ninik mendapati kamar mantan ketua DPR Setya Novanto lebih besar dibanding kamar lainnya.

"Dari temuan yang kami lakukan memang ada hal-hal yang masih menurut pengamatan kami masih ada potensi maladministrasi. Terutama di Sukamiskin ada diskriminasi dalam kamar hunian, karena masih ada perbedaan satu kamar hunian dengan lain. Ada yang lebih kecil dibanding kamar hunian tertentu mulai dari luas fasilitas. Yang lebih luas dihuni Pak Setya Novanto. Kalau ditanya ukuran bingung, pokoknya dua kali lipat," ujar Ninik kepada awak media.

Namun, dari hasil pengamatannya, Ninik tidak menemukan adanya fasilitas mewah di kamar Setya Novanto. Termasuk fasilitas toilet.

"Fasilitas televisi enggak ada. Hanya ukuran kamar saja. Kalau klosetnya yang duduk," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More