Ratusan Warga Sidoarjo Kirab Bendera Raksasa Serukan Pilpres Damai

Penulis: Heri Susetyo Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 14:55 WIB Nusantara
Ratusan Warga Sidoarjo Kirab Bendera Raksasa Serukan Pilpres Damai

MI/Heri Susetyo

RATUSAN warga Dusun Girang, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo mengirab bendera merah putih berukuran raksasa menyusuri jalan sepanjang 8 kilometer, Minggu (16/9).

Melalui kegiatan itu, warga berharap pelaksanaan pemilihan presiden 2019 mendatang berjalan lancar, damai, dan tidak menimbulkan perpecahan anak bangsa meskipun berbeda pilihan.

Aksi ini diawali dengan upacara penghormatan bendera merah putih diiringi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, warga kemudian long march mengirab bendera merah putih sepanjang 250 meter tersebut. Bendera raksasa ini dibawa berkeliling menyusuri jalan desa hingga sepanjang delapan kilometer.

Aksi warga yang dipelopori karang taruna desa setempat ini untuk menyerukan, agar pelaksanaan pemilu presiden 2019 mendatang bisa berjalan damai dan lancer.

Mereka menyatakan keprihatinan seiring memanasnya situasi menjelang pilpres, terutama di dunia media sosial lewat perang tagar para pendukung calon presiden. Di media sosial banyak ditemukan komentar netizen yang menghujat dan menjelek-jelekkan nama capres.

"Padahal pemilu presiden adalah pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia sudah harus dewasa dalam berdemokrasi dan tetap mendukung siapapun presiden yang memimpin Indonesia ke depan," kata Ketua Panitia Pelaksana Kirab Bendera Merah Putih Juni Haryanto.

Menurut Jun, bendera merah putih sepanjang 250 meter yang dibawa warga ini juga sebagai symbol, akan cinta tanah air warga terhadap negara Indonesia. Maka mereka berharap pelaksanaan pilpres tidak menimbulkan perpecahan, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati.

Kegiatan kirab bendera raksasa ini diakhiri dengan kegiatan potong tumpeng dan makan bersama warga. Semua biaya kegiatan kirab bendera raksasa ini adalah hasil swadaya dari warga sendiri. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More