Fajar Bustomi Garap Film Biopik Buya Hamka

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 17:15 WIB Hiburan
Fajar Bustomi Garap Film Biopik Buya Hamka

Dok Pribadi

SUTRADARA Fajar Bustomi tengah sibuk menyiapkan produksi film tentang salah satu ulama sekaligus pahlawan nasional, Haji Abdul Malik Karim Abdullah atau akrab disebut Buya Hamka. Film yang menjadi proyek bersama antara MUI, Falcon, dan Starvision berawal dari ide Din Syamsuddin yang pernah menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Waktu itu, Din Syamsuddin pernah menyampaikan, sosok Buya Hamka yang merupakan seorang ulama besar yang pernah dimiliki bangsa ini, tetapi sudah mulai dilupakan oleh generasi sekarang.

Apabila sosok Buya Hamka diangkat menjadi film, kata Fajar mengutip pernyataan Din Syamsuddin saat itu, masyarakat dapat belajar dan mencontoh Buya Hamka dari sisi pemikiran dan akhlaknya.

Ia mencontohkan, Buya Hamka pada masa pemerintahan Presiden Soekarno pernah dipenjara. Namun, dia tidak pernah dendam bahkan Buya Hamkalah yang menyolatkan ketika Soekarno meninggal dunia.

"Di mata saya, kecintaan Buya Hamka kepada Tuhan membuat dia harus mencintai sesama makhluk,� kata Fajar saat diwawancarai di sela-sela acara International Book Festival 2018 di Jakarta Convention Center, Sabtu (15/9).

Fajar menyebut, Buya Hamka merupakan seorang ulama dan sastrawan yang telah menghasilkan banyak buku. Cerita di balik penulisan buku-bukunya itu yang mau ia angkat ke layar lebar. Untuk memahami pemikiran dan kebatinan Buya Hamka, Fajar pun telah mempelajari karya-karya yang pernah ditulis Buya Hamka.

Bagi sutradara film Dilan 1990 ini, saat membuat film biopik tentang Buya Hamka, dirinya harus berhati-hati agar jangan sampai salah menafsirkan karakter yang ada. Pasalnya, karakter-karakter tersebut nyata dan banyak orang yang tahu.

Terkait proses pengerjaan film, saat ini sudah selesai tahap penulisan skenario. Para pemainnya pun sudah dipilih, tetapi belum bisa disampaikan ke publik. Proses syutingnya akan dimulai pada awal 2019.

"Film ini (rencananya) akan rilis pada awal tahun baru Islam, September 2019," kata dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More