Tewaskan 25 Orang di Filipina, Badai Mangkhut Bergerak ke Tiongkok

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 12:55 WIB Internasional
Tewaskan 25 Orang di Filipina, Badai Mangkhut Bergerak ke Tiongkok

AFP/TED ALJIBE

BADAI Mangkhut menewaskan sedikitnya 25 orang di Filipina saat badai itu menghancurkan rumah dan menyebabkan banjir. Kini, badai itu bergerak menuju wilayah Tiongkok.

Badai besar yang disebut sebagai yang terbesar pada tahun ini menyebabkan kawasan pertanian di Pulau Luzon terencam banjir saat angin kencang yang dibawanya mencabut pohon dan menyebabkan tanah longsor.

Karena jalur komunikasi dan listrik terputus di kawasan yang dihuni sekitar 5 juta orang itu terputus, jumlah korban tewas maupun kerugian material masih dihitung.

Di utara Kota Baggao, Badai Mangkhut merobohkan rumah dan menjatuhkan tiang listrik. Sejumlah jalan terputus akibat tanah longsor serta banjir.

Sawah dan ladang di Luzon yang memproduksi sebagian besar padi dan jagung Filipina kini terendam banjir, beberapa bulan menjelang panen.

"Kami telah miskin dan badai ini membuat kami semakin miskin. Kami telah kehilangan harapan," ujar Mary Anne Baril yang ladang jagungnya hancur dihantam Badai Mangkhut.

Korban tewas mayoritas karena tanah longsor. Adapun seorang anak perempuan tewas tenggelam serta seorang penjaga keamanan tewas karena tertimpa reruntuhan tembok.

Mangkhut telah melemah sejak mendarat di Filipina pada Sabtu (15/9). Namun, dengan kecepatan angin 175 kilometer per jam, badai itu bergerak ke pantai selatan Tiongkok.

Hujan dan angin kencang telah melanda Hong Kong pada Minggu (16/9) pagi saat Mangkhut mendekati kawasan itu. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More