Dilan 1991 dan Milea Mulai Produksi Oktober

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 15:45 WIB Hiburan
Dilan 1991 dan Milea Mulai Produksi Oktober

Instagram

SETELAH sukses dengan Dilan 1990, kelanjutan film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq ini pun telah ditungu-tunggu pecinta film. Sang produser film dari Maxima Pictures, Ody Mulya Hidayat, dalam Workshop Memfilmkan Buku dan Membukukan Film di Jakarta Convention Center pun membeberkan rencana produksi film Dilan 1991 dan Milea.

Dilan dalam film Dilan 1991 dan Milea masih diperankan Iqbal Ramadhan.

"Produksinya akan dilakukan Oktober (2018), akan berbarengan part 2 dan 3. Kalau tidak berbarengan, takutnya Iqbal nanti lebih besar," kata Ody, Sabtu (15/9) siang.

Pengambilan gambar dilakukan selama Iqbal berada di Indonesia karena saat ini ia sedang kuliah di Australia.

Kesuksesan Dilan 1990 yang mencapai 6,3 juta penonton sedikit banyak membuat tantangan sendiri bagi Ody untuk membuat sekuel yang lebih baik.

"Saya optimistis. Saya yakin (Dilan 1991 dan Milea) bisa lebih baik dan penonton lebih dari pertama," kata Ody.

Selain Dilan 1991 dan Milea, Ody dalam kesempatan tersebut juga bercerita sedang memproduksi film Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye. Film ini sudah selesai pengambilan gambar dan sedang proses editing.

Proses editing membutuhkan waktu yang cukup lama karena menggunakan teknologi Computer-Generated Image (CGI). Film tersebut berlatar tahun 1970an, 1980an,1990an, dan 2000an.

Selain menggunakan CGI, durasi film tersebut juga panjang karena ada 227 scene. Jika ditampilkan dalam satu film, durasinya bisa sampai empat jam.

Oleh sebab itu, ia pun berencana membagi film tersebut menjadi dua. Hal itu dinilai perlu dilakukan karena sulit memotong scene yang ada. Cerita dalam film tersebut harus tetap mengalir seperti di novel sehingga penonton mendapatkan efek dramatiknya.

"Rencananya akan rilis akhir Desember ini," kata dia.

Selain Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Ody juga dipercaya untuk memproduksi empat novel Tere Liye yang lain, yaitu Ayahku (Bukan) Pembohong, Negeri Para Bedebah, Pulang, dan Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More