22 Helikopter, 2 Pesawat CN295, dan 6 KRI Disiagakan untuk Pertemuan IMF dan World Bank di Nusa Dua

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 15:00 WIB Nusantara
22 Helikopter, 2 Pesawat CN295, dan 6 KRI Disiagakan untuk Pertemuan IMF dan World Bank di Nusa Dua

ANTARA/Fikri Yusuf

KASATGAS Evakuasi Penanganan Bencana IMF Brigjen TNI Kasuri mengatakan persiapan evakuasi untuk seluruh peserta pertemuan IMF dan World Bank yang akan digelar di Nusa Dua Bali pada Okober mendatang sudah sangat matang.

Ia mengakui, untuk evakuasi peserta bila terjadi ancaman keamanan seperti gangguan terorisme dan bencana alam baik tsunami, gunung meletus, gempa bumi dan longsor sudah siap.

"Bukan hanya sekedar siap, tetapi sudah disimulasikan. Dan hasilnya, kurang dari 2x24 jam, semua delegasi yang berjumlah sekitar 15 ribu sampai 18 ribu itu sudah keluar dari Bali dan dilayani dengan aman dan nyaman. Persiapakan armadanya juga sudah mantap. Semuanya sudah sangat siap, dan tinggal dikerahkan saja," ujarnya di Denpasar, Minggu (16/9).

Menuru Kasatgas yang saat ini menjabat sebagai Kasdam IX Udayana tersebut, beberapa armada yang sudah siap dan sudah disimulasikan antara lain suttle bus, 22 helikopter dari berbagai jenis yang berasal dari berbagai kesatuan, 2 pesawat CN295 yang standby di Bandara Lombok dan Banyuwangi, 15 KRI berukuran besar dan kecil.

Dari 15 KRI itu hanya 6 KRI yang standby di wilayah perairan Bali. Sisanya berada di pos masing-masing tetapi juga sudah dikoordinasikan agar dalam keadaan siap sedia untuk sewaktu-waktu bisa dikerahkan.

"Berbagai armada pendukung ini bukan hanya sekedar sudah dipersiapkan tetapi sudah disimulasikan. Sudah diperhitungkan sedemikian rupa. Yang intinya bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama bencana alam, kurang dari 2x24 jam seluruh peserta sudah dievakuasi dari Bali," ujarnya.

Semua persiapan itu dilakukan dalam rangka antisipasi keamanan terkait terorisme yang mengganggu kegiatan IMF dan World Bank dan juga bencana alam seperti tsunami, gunung meletus, gempa bumi dan tanah longsor.  

Pada saat terjadi bencana misalnya, armada dan jalur evakuasi sudah siap. Ada 22 helikopter yang siap setiap saat bisa dikerahkan. Ada dua pesawat CN295 di Lombok dan Banyuwangi dalam kondisi standby, ada Heli C130 baik di Lombok maupun Banyuwangi. Ada 6 dari 15 KRI yang siap di perairan Bali, dan sisanya dalam posisi standby evakuasi jalur laut.

Kapal berukuran besar ini akan diatur untuk evakuasi melalui Lembar, ke Lombok dikerah dua kapal, 4 lainya bergerak menuju Banyuwangi. Kemudian balik lagi, semua delegasi dievakusi menuju Tanjung Perak Surabaya. Hanya dalam waktu 2x24 jam peserta clear dari Bali.

"Kalau gunung meletus, berarti evakuasi melalui darat dan laut menuju bandara terdekat karena ruang udara pasti tidak bisa. Kalau gempa bumi sudah pasti ada banyak longsor. Maka evakuasi hanya melalui udara dan laut," ujarnya. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More