Minang Geopark Run Digelar 28 Oktober

Penulis: Budi Ernanto Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 13:15 WIB Olahraga
Minang Geopark Run Digelar 28 Oktober

MI/Budi Ernanto

DINAS Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) bersama Penyelenggara Peringatan 1 Abad ITB dan PTTI serta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar Minang Geopark Run pada 28 Oktober mendatang. Ajang tersebut mengajak seluruh penggemar olahraga lari unjuk kekuatan sambil menikmati kekayaan alam dan budaya ranah Minang.

Ada beberapa kategori lari yang dilombakan di Minang Geopark Run, yaitu 5 km (5K Fun Run), 10 km (10K), dan 21,5 km (21K).

Untuk kategori 10K dan 21K, penyelenggara akan memberikan hadih uang tunai, sedangkan kategori 5K Fun Run karena tidak ada unsur kompetisi akan mendapat door prize bagi peserta yang sampai di garis finish.

"Sehari sebelum Minang Geopark Run berlangsung, kami mengadakan agenda eksebisi berupa lari sejauh 70 km. Ada lima pelari ultra marathon terpilih yang didampingi pelari lokal untuk menempuh medan dari Kelok Sembilan menuju Lembah Sumbar Harau, lalu Ngarai Sianok dan akan finish di Jam Gadang Bukittinggi," kata Yv Tri Saputra, Direktur Eksekutif Panitia Penyelenggara Peringatan 1 Abad ITB di Jakarta, Minggu (16/9).

Tri menambahkan, pihaknya menargetkan ada seribu pelari yang akan tampil pada akhir bulan depan.

Sejauh ini, baru ada 200 orang yang mendaftar. Sementara untuk lima pelari ultra, mereka ialah para jawara lomba marathon ultra, yaitu Sitor Situmorang, William Binjai, Santi Gunawan, Adlan Johan, dan Nicky Hogan. Waktu tempuh mereka nantinya mencapai 7-11 jam.

Pada saat yang sama, Deputi Bidang Hubungan Lembaga dan Industri Pariwisata Kemenpar Rizki Handayani Mustafa juga mengatakan bahwa selain kegiatan Minang Geopark Run, ada juga agenda promosi 10 geopark di Sumbar yang salah satu di antaranya akan dicanangkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

"Geopark yang membetang sepanjang Bukit Barisan dan menjadi destinasi wisata andalan pariwisata Sumbar, yaitu Ngarai Sianok, Lembah Harau, Danau Maninjau, Kars Tarusan Kamang, Danau Singkarak, Bekas Tambang Sawahlunto, Danau Kembar, Batu Kapal Solok Selatan, Silokek, dan Mentawai. Itu akan dilewati oleh para pelari nantinya," kata Rizki. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More