Anwar Ibrahim tidak Ingin Buru-Buru Jadi PM Malaysia

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Minggu, 16 Sep 2018, 12:15 WIB Internasional
Anwar Ibrahim tidak Ingin Buru-Buru Jadi PM Malaysia

AFP/Roslan RAHMAN

ANWAR Ibrahim menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru menjadi perdana menteri Malaysia. Hal itu karena, saat ini, negara jiran itu membutuhkan stabilitas kepemimpinan yang kuat.

“Rencana suksesi telah disepakati bahwa (Perdana Menteri) Mahathir (Mohamad) menjalankan urusan negara dan kami mendukungnya. Itu penting," tegas Anwar.

Dia mengatakan itu kepada wartawan di sela-sela forum Singapore Summit 2018 yang diadakan di Shangri-La Hotel, Sabtu (15/9) malam.

“Dan saya tidak berpikir kita harus bergegas karena ia (PM) memainkan peran yang sangat penting bagi negara. Negara ini membutuhkan stabilitas dan pemimpin yang kuat sekarang dan saya ingin memastikan bahwa dia efektif dalam posisinya,” kata Anwar.

Ini adalah kunjungan pertamanya ke Singapura sejak ia dibebaskan dari penjara pada Mei lalu.

Dalam forum sebelumnya, Ketua Parti Keadilan Rakyat (PKR) itu mengatakan dia tidak akan menyerah begitu saja pada pemilihan sela di Port Dickson. Anwar membutuhkan kursi di parlemen sebelum akhirnya menggantikan Dr Mahathir sebagai perdana menteri.

“Saya tidak menganggap remeh hal itu. Saya sudah lama di politik, ”kata Anwar. "Saya akan turun (di sana) untuk meyakinkan pemilih dan (demografi) sangat beragam. Itu sekitar 50% orang Melayu, 30% Tionghoa, dan hampir 20% orang India."

"Jadi itu (penduduk) benar-benar mikrokosmos masyarakat Malaysia, dan saya ingin memastikan, insya Allah, bahwa saya mendapatkan mayoritas suara Melayu, mayoritas suara India dan mayoritas orang Tionghoa," tambahnya.

Saat itu, wartawan bertanya kepada Anwar apakah dia khawatir UMNO mendekati partai Mahathir Bersatu untuk sebuah aliansi.

“Mengapa khawatir? Mereka dapat mendekati setiap anggota koalisi Pakatan. Itu bukan masalah."

Anwar menanggapi laporan berita wartawan veteran A Kadir Jasin, yang mengatakan kabar telah beredar bahwa para pemimpin UMNO, termasuk presiden dan mantan deputi perdana menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, telah bertemu dengan Mahathir untuk membahas merger UMNO-Bersatu.

Soal apakah dia menyambut UMNO untuk bergabung dengan Pakatan, Anwar berkata: “Tentu saja tidak sekarang. Kami belum mempertimbangkan ini. ”

Soal posisi putrinya Nurul Izzah atau istrinya, Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail saat Anwar menjabat perdana menteri, Anwar tidak melihat mereka harus jabat menteri.

“Posisi kami adalah Wan Azizah harus mundur ketika saya mengambil alih kantor,” ujar Anwar. “Ini telah diumumkan tepat di awal. Dan untuk Nurul Izzah, mari kita lihat apa posisinya. Saya tidak tahu dan tidak akan berspekulasi."

Nurul Izzah adalah Anggota Parlemen saat ini dari perwakilan Permatang Pauh. (Bernama/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More