Menpora Minta Peralihan Aset dari Inasgoc ke Inapgoc Dipercepat

Penulis: Budi Ernanto Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 22:22 WIB Olahraga
Menpora Minta Peralihan Aset dari Inasgoc ke Inapgoc Dipercepat

MI/Adam Dwi
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta agar penyerahan aset dari panitia penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) ke Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) dilakukan secepat mungkin.

Hal tersebut dia sampaikan baru-baru ini ketika menggelar rapat bersama jajarannya beserta Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari, Sekretaris Jenderal Inasgoc Eris Herryantio, Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah I LKPP Yulianto Prihhandoyo, dan beberapa pejabat lembaga terkait.

Pada rapat tersebut, Menpora menyampaikan bahwa gelaran Asian Games dan Asian Para Games merupakan hajat negara yang anggaranya dari negara. Kemenpora dalam hal ini selaku pengguna anggaran di kedua ajang besar tersebut.

"Sekarang ini, tinggal peralihan aset dari Inasgoc kepada Inapgoc. Peralihannya harus dilakukan secara cepat mengingat Asian Para Games ini tinggal sebentar lagi. Saya kira antara keduanya sudah memahami dimana letak koordinasinya. Kalau nanti ada revisi juknis harus segera dilaksanakan,” kata Imam.

Oktohari menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan semua kementerian/lembaga utamanya dengan Inasgoc. Dia menginginkan agar penggunaan peralatan yang dipakai saat Asian Games berlangsung dapat dimaksimalkan.

Sedangkan Eris, mengatakan bahwa arahan Ketua Inasgoc (Erick Thohir) menyatakan bakal membantu Inapgoc. “Pada waktu pembukaan Asian Games saya bertemu dengan Oktohari, dan saya mohon diberikan daftar barang yang akan digunakan di Asian Para Games,” ujarnya

“Ada tiga permintaan dari Inapgoc, yaitu mereka ingin akan menggunakan peralatan untuk upacara pembukaan, menggunakan tenda dining hall serta kitchen dan pengunaan barang milik negara. Namun, setelah cek ada 20 item yang terikat dengan kontrak. Kami akan segera menyelesaikan dengan vendornya,” jelasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More