Kunjungan Presiden Pacu Motivasi Atlet Asian Para Games

Penulis: Widjajadi Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 21:50 WIB Olahraga
Kunjungan Presiden Pacu Motivasi Atlet Asian Para Games

MI/Widjajadi
Presiden Joko Widodo mendengarkan penjelasan Presiden NPC Senny Marbun terkait persiapaan para atlet NPC menghadapi Asian Para Games 2018, di pusat pelatihan Hartono Trade Cantre, Sabtu (15/9/2018)

KUNJUNGAN Presiden Joko Widodo secara nyata memberikan motivasi tinggi bagi atlet untuk membuat prestasi di ajang Asian Para Games 2018, Oktober mendatang. 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum National Paralympic Commite (NPC) Indonesia Senny Marbun saat mendampingi Presiden Jokowi di Kompleks Hartono Trade Centre (HTC), Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (15/6).

"Kita tetap tidak sombong. Target 16 hingga 17 medali emas itu cukup realistis, namun siapa tahu akan terlampaui nanti," imbuh Senny Marbun.

Kehadiran Presiden Jokowi di tempat latihan atlet para cabang tenis meja dan bulu tangkis yang dipersiapkan untuk mengharumkan nama bangsa di ajang Asian Para Games 2018, membuat suasana sangat semarak. Apalagi Presiden juga megetahui target bulu tangkis yakni 4 emas, dan tenis meja membidik 2 emas.

Sedianya selepas mengunjungi cabang tenis meja dan bulu tangkis, Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan ke sekretariat NPC di Jebres, untuk melihat pelatihan para atlet angkat berat, yang membidik target satu medali emas dan dua perak. Namun karena ada kegiatan mendesak lain, kunjungan diwakilkan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Pelatih angkat berat NPC, Ruswanto, dalam penjelasan kepada Ganjar mengatakan, bahwa sebelum bertanding di Asian Para Games 2018, sejumlah atlet NPC telah bertanding di Jepang dan menorehkan hasil satu medali emas dan perak. 

"Ini membuat kami semakin yakin untuk mengharumkan Indonesia dalam Asian Para Games nanti minimal satu medali emas dan dua perak," katanya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More