Hoaks Kuras Energi Masyarakat

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 21:50 WIB Humaniora
Hoaks Kuras Energi Masyarakat

Ilustrasi

RISET Dailysocial.id menemukan 44% masyarakat pengguna ponsel pintar di Indonesia tak mampu mendeteksi hoaks. Bekerja sama dengan Jakpat Mobile Survey Platform, DailySocial.id menanyakan kepada 2.032 pengguna telepon pintar di berbagai penjuru Indonesia tentang sebaran hoaks dan apa yang mereka lakukan saat menerima hoaks.

Menanggapi itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti, menyatakan masyarakat perlu ekstra waspada menghadapi informasi yang berseliweran di jagat maya. Pasalnya, di balik penyebaran hoaks terdapat proses fabrikasi informasi.

Dalam proses pembuatan hoaks, informasi dibuat seolah-olah akurat karena umumnya dengan menyertakan data.

"Pembuatan hoaks menyertakan data seolah ilmiah. Masyarakat harus cek dan cek ulang informasi yang mereka terima," ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (14/9).

Dia menegaskan fenomena merebaknya hoaks berbahaya karena mampu mempengaruhi opini publik bahkan memantik perpecahan di masyarakat.

Karena itu, literasi media sosial harus terus digalakkan semua elemen. Publik dan elit diharapkan minimal tidak turut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Adanya hoaks menguras energi masyarakat untuk hal yang sia-sia. Padahal tidak ada hal apapun tapi ramai diperdebatkan. Itu tidak ada manfaatnya karena jadi hanya saling mencaci," tandasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More