Masa Tinggal di Mekah Segera Berakhir

Penulis: Ade Alawi Laporan dari Arab Saudi Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 10:50 WIB Humaniora
Masa Tinggal di Mekah Segera Berakhir

MI/ADE ALAWI

JEMAAH haji Indonesia gelombang kedua akan segera mengakhiri masa tinggal di Mekah Al Mukarramah, Arab Saudi, pada Minggu (16/9). Selanjutnya, mereka akan bergerak ke Madinah Al Munawwarah untuk melaksanakan Arbain.

Jemaah akan berada di Kota Nabi selama sembilan hari. Selain melaksanakan Arbain (salat 40 waktu secara berjemaah di Masjid Nabawi), jemaah juga akan berdoa di Raudhah, tempat yang mustajab untuk berdoa. Mereka juga akan ke makam Rasulullah dan sahabat, serta berziarah ke tempat-tempat bersejarah di Madinah, seperti makam Baqi' al Gharqad, Masjid Quba, dan Masjid Qiblatain (masjid 2 kiblat).

Kepala Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, pihaknya memberangkatkan 7.687 jemaah atau 19 kloter dari Mekah ke Madinah. "Mereka berangkat menggunakan 175 bus," katanya di Mekah, kemarin.

Dengan demikian, kata dia, jemaah yang masih tersisa di Kota Suci Mekah tinggal 32 kloter atau 12.800 orang. Pemberangkatan terakhir jemaah ke Madinah akan dilakukan besok (Minggu, 16/9).

"Setelah pemberangkatan jemaah besok, maka layanan bus salawat secara resmi dihentikan," ujarnya.

Selama di Mekah, jemaah haji dilayani 364 bus salawat selama 24 jam secara gratis. Hal ini mempermudah pergerakan jemaah menuju Masjidil Haram atau ke tempat lainnya.

Pada pemberangkatan pertama jemaah dari Mekah ke Madinah, kemarin, di antaranya merupakan jemaah kloter BPN 12 sebanyak 455 orang. Mereka berasal dari Hotel Rabiah Al Hijaz, Syisyah, Mekah. Perjalanan dari Mekah ke Madinah memakan waktu sekitar enam jam. Selanjutnya, di Madinah mereka akan tinggal di Concorde Al Khair.

Sementara itu, pemberangkatan jemaah terakhir, di antaranya merupakan kloter SOC 89 yang terdiri dari 360 orang. Mereka berangkat dari Hotel Al Juharah (Ab'ad Al Jauharah), Syisyah, Mekah. Di Madinah mereka akan tinggal di Hotel Tabah Al Saam dan Manarah Al Aqsa.

Tawaf wada

Sebelum meninggalkan Mekah, para jemaah melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram. Konsultan Ibadah Sektor 1 Daerah Kerja Mekah Ruslan Husen Marasabessy mengatakan, tawaf wada dilakukan karena jemaah haji Indonesia ialah jemaah dari luar Kota Mekah.

Tawaf ini dilakukan sebelum jemaah meninggalkan Mekah, baik yang bertolak ke Madinah maupun yang langsung ke Jeddah untuk kembali ke Tanah Air. Ia juga menyebutkan, tawaf wada hukumnya wajib. "Tawaf wada adalah wujud dari pamitnya jemaah dari Baitullah (rumah Allah)," kata Ruslan. (H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More