Emil Ingin Ulama Jabar Berdakwah di Mancanegara

Penulis: (BY/N-1) Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 08:40 WIB Nusantara
Emil Ingin Ulama Jabar Berdakwah di Mancanegara

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) bersilaturahim ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Bandung, kemarin, untuk meminta dukungan dan masukan terkait jabatan barunya ini. Emil mengatakan MUI merupakan organisasi pertama yang didatanginya sebagai gubernur, sebagai bentuk penghormatan kepada ulama.

"Saya komit, apa pun masalah di Jawa Barat, terkait keumatan, saya tanya dulu ke ulama," katanya. Emil pun memuji ulama sebagai sosok yang memiliki keilmuan yang tinggi sehingga dirinya tidak ragu untuk meminta pendapat. "Di sini tempat orang-orang berilmu. Ilmu ulama, adilnya pemimpin, akan menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Emil menggagas sejumlah program yang akan dikerjasamakan dengan MUI Jawa Barat di antaranya mewujudkam Jabar sebagai provinsi halal. Selain itu, lanjut Emil, pihaknya akan melatih ulama agar menguasai bahasa Inggris. Setelah menguasainya, Pemprov Jabar berencana mengirim mereka ke luar negeri untuk mendakwahkan Islam ke mancanegara.

Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei memuji rencana Emil itu. Berdasarkan hasil pembicaraannya dengan Gubernur Jabar tersebut, tokoh agama Islam ini mendukung pengiriman ulama asal Jawa Barat ke luar negeri. Rachmat menjelaskan, berdasarkan pengalaman Emil yang diceritakan kepadanya, banyak warga di luar negeri, khususnya Amerika Serikat yang mengenal Islam dari ulama asal Timur Tengah.

"Berdasarkan pengalaman beliau (Emil), ketika kuliah (di AS), warga di sana mengenal Islam dari Timur Tengah. Inginnya dari masyarakat Indonesia," katanya. Rachmat menjelaskan pengenalan Islam dari Indonesia lebih baik jika dibanding Timur Tengah. Menurutnya, pengenalan Islam dari ulama Indonesia dilakukan dalam situasi yang damai. Oleh karena itu, Rachmat menilai MUI harus mencetak kader untuk mengirimkan ulama asal Indonesia agar bisa berdakwah di luar negeri.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More