G0-JEK Resmi Mengaspal di Vietnam

Penulis: (Riz/M-3) Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 08:00 WIB Teknologi
G0-JEK Resmi Mengaspal di Vietnam

DOK. MEDCOM/ELLAVIE AMALIA

STARTUP unicorn Indonesia, Go-Jek melebarkan sayapnya ke Vietnam melalui Go-Viet. Aplikasi on demand ini beroperasi di Hanoi pada 12 September dan Ho Chi Minh, 6 minggu lalu. Masyarakat Hanoi dapat menikmati layanan Go-Bike dan Go-Send.

Dalam waktu 6 minggu, aplikasi Go-Viet sudah diunduh lebih dari 1,5 juta kali. Aplikasi ini menyediakan peluang dan akses pendapatan tambahan kepada 25 ribu mitra pengemudi yang bergabung.

"Kami yakin dengan masa depan kami di Vietnam karena tim manajemen Go-Viet memiliki tujuan, semangat, dan antusiasme yang sama terhadap teknologi, serta sama-sama berkomitmen memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Kesuksesan Go-Viet membuktikan bahwa saat ini masyarakat Vietnam membutuhkan pilihan layanan yang lebih aman, bisa diandalkan, dan nyaman. Konsumen membutuhkan lebih banyak pilihan, sementara pasar membutuhkan kompetisi supaya industri bisa terus berkembang," jelas CEO and Founder Go-Jek, Nadiem Makariem dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (12/9).

Peluncuran Go-Viet merupakan awal dari ekspansi internasional Go-Jek yang sudah diumumkan sebelumnya. Setelah Vietnam, operasi di Thailand, Singapura, dan Filipina sudah masuk rencana. Ke depan, Go-Viet akan menawarkan layanan seperti layanan transportasi roda empat (Go-Car), layanan pesan-antar makanan (Go-Food), dan layanan uang elektronik (Go-Pay).

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More