Inovasi Berbelanja Berbasis QR Code

Penulis: (Riz/M-3) Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 07:40 WIB Teknologi
Inovasi Berbelanja Berbasis QR Code

DOK. MEDCOM/LUTHFI ANGGRAENI

JD.ID berikan tawaran sensari belanja ritel berbeda. Dengan memanfaatkan teknologi kode QR, pelanggan bisa belanja dengan JD.ID virtual.

Pilihan berbelanja itu dapat dicoba di 9 stasiun kereta utama di wilayah Jabodetabek mulai 5 September 2018. Di Jakarta Kota, Sudirman, Sudimara, Juanda, Gondangdia, Cikini, Tebet, Pasar Minggu, dan Depok Baru itu para konsumen dapat menemui sejumlah papan banner yang cukup mencolok seolah berada di mini market, berupa rak berisikan produk kebutuhan rumah tangga secara virtual yang bisa langsung dibeli dengan cara memindai kode QR di aplikasi JD.ID ponsel mereka. Seluruh barang yang dibeli akan diproses dan diantar ke alamat yang diinginkan.

"JD.ID senantiasa berinovasi yang memudahkan para pelanggan kami mengakses dan memenuhi kebutuhan keseharian mereka meski dalam perjalanan. Secara teknologi, kami bangga dapat memelopori cara dan pilihan berbelanja yang berbeda sesuai dengan dinamika masyarakat urban," ungkap President Director JD.ID Zhang Li dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (12/9).

Pemilihan stasiun bukan tanpa alasan. Menurut riset Biro Pusat Statistik tahun 2018 jumlah penumpang KRL Jabodetabek konsisten meningkat, tidak pernah kurang dari 24 ribu orang per bulannya. Mengutip data dari PT Kereta Commuter Indonesia di laman resminya, hingga Juni 2018 rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai 1.001.438 di hari kerja, dengan rekor terbanyak yang dilayani dalam satu hari adalah 1.154.080.

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More