Industri Tekstil Diminta Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 21:00 WIB Ekonomi
Industri Tekstil Diminta Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Enggartiasto mengungkapkan masih terdapat peluang yang begitu besar di dalam industri tersebut.

Disebutkan Mendag, saat ini volume produksi TPT tercatat sebesar 6,18 juta ton. Angka tersebut jauh di bawah kapasitas terpasang yang mencapai 12,45 juta ton.

Hasil dari produksi itu pun sebanyak 70% ditujukan untuk pasar mancanegara. Hanya 30% yang disisakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Sekarang saya ajak industri untuk isi dulu dalam negeri. Kebutuhan kita sangat besar. Penuhi itu," ujar Enggartiasto di Hotel Four Points Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9).

Pemerintah pun, lanjutnya, akan menampung aspirasi para pelaku usaha TPT terkait hal-hal yang menjadi kebutuhan mereka dalam rangka merealisasikan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

"Sekarang mereka sedang susun road map. Kemudian mereka akan sampaikan apa yang diminta. Kebutuhan apa, fasilitas apa, iklim dan peraturan usaha seperti apa. Pemerintah akan dukung," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan pihaknya siap memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga 100%. Saat ini, angka kebutuhan tekstil di Indonesia tercatat 6,5 kilogram per kapita per tahun.

Dari total penduduk yang mencapai 260 juta, industri dalam negeri baru mampu memenuhi kebutuhan untuk sekitar 60 juta jiwa.

Sejauh ini, pelaku industri TPT lebih memilih lebih banyak penjualan ekspor karena keuntungan yang didapatkan lebih menarik. Hal itu disertai besarnya permintaan dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More