Pakistan Dukung Pendirian Trading House

Penulis: (Tes/I-2) Pada: Sabtu, 15 Sep 2018, 05:20 WIB Internasional
Pakistan Dukung Pendirian Trading House

MI/SUSANTO

DUTA Besar (Dubes) RI di Islamabad, Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, melakukan pertemuan dengan para pengusaha Pakistan guna membahas pendirian trading house untuk pemasaran berbagai produk Indonesia di Lahore, Pakistan.

Lahore merupakan kota kedua terbesar di Pakistan dengan 14 juta penduduk dan kota termakmur di Pakistan dengan GDP (PPP) tahun 2017 sebesar US$127 miliar.

Shahzad Aslam, pimpinan perusahaan AS International yang telah lama menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia sebagai importir batu bara dan plastik, mengundang rombongan Kedutaan Besar RI Islamabad meninjau tempat yang akan dijadikan sebagai storage dan pemasaran berbagai contoh produk Indonesia.

"Selama ini trading house yang terdapat di Shahalam Market baru menyediakan multiproduk dari Tiongkok, Dubai, Thailand, Turki, dan Sri Lanka, kami ingin produk Indonesia dapat hadir di sini karena permintaannya sangat besar," kata Shahzad dalam keterangan resmi, Jumat (14/9).

Muneer, pengusaha importir minyak dan produk karet, menuturkan lokasi trading house telah dikenal pelaku usaha di seluruh Pakistan.

"Barang yang diminta nantinya dapat dikirim keluar Provinsi Punjab seperti Sindh, Khyber Pakhtunkhwa, dan Quetta," imbuh Muneer.

Para pengusaha Pakistan yakin prospeknya cerah jika mendirikan trading house di lokasi Shahalam. Kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan identifikasi produk Indonesia yang dapat masuk ke pangsa pasar Pakistan.

"Beberapa kali ke Indonesia, kami yakin produk Indonesia tidak kalah kualitas dan harganya dengan produk negara lain yang sudah ada," ujar Shahzad kembali menjelaskan.

Dubes Iwan mengungkapkan pihaknya sudah lama merencanakan pendirian trading house di Pakistan. Akan tetapi, masih tertunda untuk melihat berbagai aspek pengamatan, beriku lokasi yang strategis dan mitra Pakistan yang kredibel.

"Upaya ini tidak lain ialah untuk mendorong ekspor nonmigas Indonesia sekaligus mengupayakan peningkatan nilai dagang Indonesia-Pakistan yang pada 2018 mencapai US$2,64 miliar," terang Dubes Iwan.

Saat meninjau lokasi, beberapa produk yang punya permintaan dan pemasaran yang besar merupakan produk kecantikan, kosmetik, parfum, pakaian jadi anak-anak, pakaian bayi, pakaian jadi dewasa, peralatan sekolah, mainan elektrik, dan lain-lain.

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More