Tidak akan Ada Impor Kalau Stok Beras Cukup

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 14 Sep 2018, 20:36 WIB Ekonomi
Tidak akan Ada Impor Kalau Stok Beras Cukup

MI/Susanto

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pemerintah tidak akan pernah membuka keran impor beras jika persediaan di dalam negeri tidak kurang.

Ia menjelaskan, di dalam ekonomi, terdapat hukum yang sudah baku yakni ketika persediaan berlebih, harga suatu barang tidak akan naik. Sebaliknya, ketika persediaan kurang, harga barang tersebut pasti akan naik.

"Semua hukum ekonomi, mulai dari negara paling barat sampai di negara paling timur, semua pasti seperti itu," ujar Enggartiasto di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9).

Begitu pun dengan kondisi perberasan di Tanah Air. Ia mengatakan kenaikan harga beras pada awal tahun ini disebabkan kurangnya persediaan.

"Pada Februari, stok beras Bulog itu hanya 260 ribu ton. Sementara kewajiban untuk penyaluran rastra saja mencapai 350 ribu ton pada bulan itu. Kalau impor tidak masuk, ada defisit beras di Bulog. Untuk rastra saja kurang, bagaimana mau operasi pasar," jelasnya.

Atas dasar kurangnya stok itulah, pemerintah sejak Januari memutuskan untuk membuka keran impor beras.

"Karena melihat persediaan Bulog berada di bawah 1 juta ton, pemerintah harus impor. Wakil Presiden (Jusuf Kalla) sampaikan itu saat rapat. Di situ juga ada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman)," lanjut Enggar.

Pada Januari, dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, yang juga dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Direktur Utama Perum Bulog, ditetapkan impor beras 500 ribu ton.

Kemudian, rakor kembali dilakukan untuk mengevaluasi kebijakan tersebut pada Maret. Ternyata, karena kondisi stok masih rawan, impor kembali dibuka 500 ribu ton. Kemudian, pada April, diputuskan lagi impor 1 juta ton.

"Siapa yang impor? Bulog. Semua proses mereka yang jalankan. Tender terbuka dilakukan mereka. Bahkan mereka meminta perpanjangan izin impor sampai Oktober karena ada dua kali terlambat pengapalan," tandas Enggar. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More